Dubai, Gontornews β Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan memastikan bahwa Arab Saudi selalu menjadi negara sahabat yang siap membantu kapanpun Pakistan membutuhkan. Pernyataan ini disampaikan Imran Khan disela-sela kunjungan bilateral pertamanya ke Arab Saudi sejak terpilih sebagai Perdana Menteri Pakistan yang baru, Selasa (18/9).
Dalam kujungan tersebut, Menteri Keuangan Pakistan, Asad Umar dan Menteri Luar Negeri Shah Mahmood Qureshi mendampingi Imran Khan bertemu Raja Salman.
“Saudi Arabia telah membantu Pakistan ketika Pakistan membutuhkan bantuan,” kata Imran Khan saat diwancarai media setempat.
Reuters memperkirakan Pakistan akan menggandeng sejumlah negara seperti Arab Saudi, ataupun Tiongkok sebagai alternatif jika IMF benar-benar tidak menyetujui permintaan Pakistan. Selain IMF, Saudi Arabia dan Tiongkok merupakan mitra ekonomi Pakistan di masa lalu.
“Perdana Menteri akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Raja Salman,” kata Menlu Pakistan, Shah Mehmood Qureshi sebagaiman dilansir Reuters.
Sebagai catatan, pada tahun 2014 Arab Saudi pernah membantu Pakistan sebesar 1,5 Miliar Dollar Amerika Serikat atau sekitar 22,3 Triliun Rupiah (kurs 1 Dollar AS = 14.870,-) yang dipergunakan untuk memperkuat mata uang Rupee Pakistan.
Saat ini, Pakistan dilanda krisis ekonomi karena tercatat mengalami defisit anggaran sebesar 43% atau 18 Miliar Dollar AS atau sekitar 267 Triliun Rupiah terhitung sejak 30 Juni 2018. Sementara di sekotar fiskal, Pakistan juga mengalami defisit sebanyak 6%.
Untuk menanggulangi masalah ekonominya, PM Imran Khan meminta kepada jajaran pemerintahan untuk melakukan penghematan, membasmi korupsi dan mengurangi kemiskinan serta menjanjikan reformasi tentang kesejahteraan sosial bagi seluruh warga Pakistan.
Pakistan lantas mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan pajak penghasilan serta meningkatkan biaya impor tinggi bagi produk mewah demi meningkatkan pendapatan negara sebesar 183 Miliar Rupee atau sekitar 22,1 Triliun Rupiah. [Mohamad Deny Irawan]





















