Ankara, Gontornews – Sebanyak 275.000 bayi pengungsi Suriah lahir di Turki. Seorang pengungsi Suriah, Nur Rasit bersyukur dapat melahirkan dan tinggal di Turki. Menurutnya, Turki memberikan rasa aman bagi para pengungsi Suriah.
“Perang di negara kami sangat berpengaruh. Kami hidup damai di sini (Turki),” ungkapnya sebagaimana dilansir Yeni Safak dari Anadolu Agency, Senin (20/11).
Sejak perang saudara berkecamuk di Suriah, ratusan ribu nyawa manusia melayang dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi ke sejumlah negara. Turki sendiri menjelma sebagai negara pengulur tangan kepada para pengungsi asal Suriah karena telah menerima 3,2 juta pengungsi asal Suriah atau lebih banyak dari negara-negara lainnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana Turki (AFAD) melansir bahwa Turki telah menghabiskan setidaknya 25 Miliar Dolar Amerika Serikat, serta menampung 228.478 pengungsi Suriah di 21 tempat penampungan di 10 Provinsi di Turki.
Senada dengan Nur Rasit, Ahmad Ramadhan berharap konflik di negaranya segera usai. Meski demikian, ia mengaku bahwa Turki memberkan secercah harapan bagi para pengungsi asal Suriah.
“Saya terjungkal dari sekolah, teman dan keluarga saya. Kita dapat hidup damai di Turki. Saya ingin perang di negara saya berakhir sesegera mungkin,” ujarnya.
Selain memberikan kebutuhan dasar seperti makanan, pendidikan dan kesehatan, pemerintah Turki juga memfasilitasi sejumlah tempat penampungan pengungsi Suriah dengan kursus-kursus, pelatihan termasuk meningkatkan kesadaran untuk menikah.
Kementerian Pendidikan Turki dan AFAD diperkirakan memberikan pendidikan kepada 600.000 anak pengungsi Suriah.
Menurut salah seorang juru bicara Lembaga kemanusiaan di Turki, Humatinarian Relief Foundation (IHH), peperangan sangat berdampak pada sisi psikologis dan trauma perang pada anak-anak.
“Perang sangat mempengaruhi anak-anak. Ribuan anak-anak Suriah bahkan telah kehilangan sejumlah anggota tubuhnya,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]

















