Jakarta, Gontornews – Demi mengendalikan inflasi di dalam negeri, Bank Indonesia Menargetkan pengoptimalan sektor UMKM. Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Yoga Affandi berujar pengoptimalan UMKM jadi strategi kebijakan BI dalam upaya pencapaian sasaran inflasi tahun 2018 mendatang.
Salah satu bentuk peningkatan yang tengah diusahakan oleh BI adalah peningkatan produktifitas melalui penguatan dan optimalisasi program pengendalaian inflasi dengna fokus komoditas penyumbang inflasi.
“Sejak 2014, pengembangan program pengendalian inflasi dalam bentuk klaster difokuskan pada komoditas ketahanan pangan,” ungkap Yoga sebagaimana dilansir Antara, Senin (20/11). Yoga juga berujar bahwa program yang tengah dirancang BI dalam pengendalian inflasi dalam negeri bernama “Volatile Foods”
BI menganggap bahwa Volatile foods merupakan komoditas sumber tekanan inflasi.
“Salah satu tujuannya adalah meningkatkan kapasitas UMKM untuk memperkecil jarak antara supply dan demand sehingga meminimalisasi tekanan harga pendorong inflasi,” ujarnya.
Sementara itu, terkait dampak program klaster, BI berharap agar program tersebut mampu meningkatkan kinerja usaha tani, meningkatkan pendapatan rata-rata pelaku usaha tani serta berkembangnya aspek kelembagaan pelaku usaha tani.
Tak hanya itu, dengan program tersebut, Yoga menyebut BI tengah berusaha meningkatkan akses informasi, pasar dan peningkatan daya tawar petani.
“Pembentukan klaster tersebut juga dapat meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha tani,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]






















