London, Gontornews — Sebuah Perusahaan farmasi milik Inggris mulai melakukan uji klinis vaksin Covid-19 tahap pertama, Selasa (25/8). Adalah perusahaan farmasi AstraZeneca yang melakukan uji coba vaksin bernama AZD7442 kepada 48 orang sukarelawan berusia 18 hinga 55 tahun.
Para sukarelawan telah menerima suntikan dosis pertama untuk dilanjutkan dengan penelitian seputar keamanan obat serta bagaimana respon tubuh terhadap obat.
AstraZeneca mengklaim bahwa obat itu dapat digunakan untuk dua keguanaan, yaitu: sebagai vaksin dan terapi Covid-19. Wakil Direktur Eksekutif Penelitian dan pengembangan bio farmasi AstraZeneca, Mene Pangalos menganggap uji coba klinis ini penting. Terlebih, obat yang merupakan kombinasi monoclonal antibodi tergolong fungsional.
βUji cob aini penting bagi tahapan pengembangan terhadap kombinasi monoklonal antibodi guna mencegah atau mengobati Covid-19,β kata Pangalos dilansir Sky.
βKombinasi antibodi ini merupakan gabungan antara penelitian panjang yang kami lakukan, memiliki potensi untuk meningkatkan efektifitas dan daya tahan pengguna. Selain juga berfungsi untuk mengurangi kemungkinan resistensi virus,β tambah Pangalos.
Jika uji coba ini berhasil, AstraZaneca akan melanjutkan uji coba kedua dan ketiga tahap akhir.
Sementara itu, Kepala Petugas Kesehatan Inggris, Chris Whitty, mengatakan bahwa uji vaksin dilakukan dengan sangat hati-hati.
βMungkin juga jika kasus bertambah dengan cepat dalam uji klinis, kami dapat memiliki data itu di depan pemangku kebijakan. Selanjutnya, mereka akan membuat penilaian yang lengkap terhadap data yang masuk,β kata rekan Whitty, Andrew Pollard.
Pollard berharap sukarelawan uji klinis bisa ditingkatkan menjadi 50.000 orang terhadap vaksin Covid-19 buatan Oxford University tersebut. [Mohamad Deny Irawan]






















