Maraknya pasar e-commerce, membuat kebutuhan terhadap jasa pengiriman semakin meningkat. Banyak para pelaku usaha mikro kecil dan menengah, memanfaatkan jasa pengiriman sebagai upaya mengantarkan produk kepada para pelanggan. Tidak terkecuali, Nurul Wakidah (32), pengusahan baju koko online asal Tasikmalaya, Jawa Barat.
Untuk mempermudah transaksi usaha onlinenya, perempuan yang akrab dipanggil Waqi itu menggunakan jasa TIKI untuk mengirim produk dagangannya kepada pelanggan. Tidak hanya itu, Waqi juga membuka satu gerai TIKI yang berada dekat dengan kediamannya untuk mempermudah pengiriman.
Menurut Waqi, ia menggunakan jasa TIKI lantaran jaringan layanan yang sangat luas serta ongkos kirim yang terbilang murah. “TIKI itu ongkir yang lumayan hemat untuk area Jawa Barat,” jelas Ibu tiga anak ini.
Selain itu, di Jawa Barat juga banyak pelaku usaha online seperti dirinya yang menggunakan jasa pengiriman TIKI. Sehingga, selain mempermudah pengiriman produk-produknya, gerai milik Waqi juga banyak digunakan para pedagang online untuk mengirimkan barang mereka.
“Alhamdulillah respon bagus, area sekitar lokasi kami banyak yang pakai TIKI,” jelas Waqi.
Ia mengaku bersyukur, karena merasa sangat terbantu dengan adanya TIKI. Ongkos kirim yang murah menjadi salah satu alasan pelanggannya tetap membeli produk baju kokonya.
Demikian juga dengan gerai TIKI miliknya, meski terbilang sangat muda, namun gerai yang baru berusia satu tahun itu sudah banyak memberikan pelayanan kepada para pelaku usaha online di sekitar rumahnya.
“Bukan cuma pengusaha online, masyarakat sekitar yang ingin mengirim barang juga banyak yang menggunakan TIKI,” ungkapnya.
Selain itu, Waqi juga mengaku, sejak menjadi mitra TIKI, banyak hal baru yang ia peroleh khususnya pengetahuan mengenai industri pengiriman, termasuk cara yang baik dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.
“Dan sejauh ini kami belum menemui kesulitan, karena server kami langsung tersambung ke pusat, jadi kalau ada masalah bisa langsung teratasi,” aku pemilik Gerai TIKI Sambong Jaya, Tasikmalaya.
Sementara itu, Vice President Director TIKI, Ester Wiraseputra, dalam wawancara tertulis menjelaskan jaringan fisik yang luas merupakan Backbone dari jasa pengiriman. Bagi TIKI keberadaan jaringan adalah hal yang sangat penting, melihat potensi bisnis jasa pengiriman di Indonesia dan karakter negara Indonesia yang berbentuk kepulauan serta demografi penduduknya.
“Konsep pengembangan jaringan TIKI terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu dengan model yang berbeda-beda seiring dengan kebutuhan perusahaan agar kami tetap mempunyai daya saing yang kuat,” jelas Ester dalam wawancaranya.
Ester juga menjelaskan bahwa sebagai perusahaan jasa pengiriman terkemuka di Indonesia, TIKI sangat peduli dengan kebutuhan masyarakat dalam hal jasa pengiriman. TIKI juga terus belajar dan melihat tren perkembangan industri dan mencari tahu hal yang menjadi kebutuhan pelanggan pada saat sekarang maupun yang akan datang.
Hal itu menurutnya, agar inovasi yang dilakukan TIKI untuk meningkatkan kualitas pelayanan selalu tepat sasaran. Terbukti bahwa selama 50 tahun, TIKI terus berkomitmen dalam bertransformasi mengikuti perkembangan kebutuhan pelanggan di tiap eranya.
Ester juga menjelaskan, untuk terus mengikuti perubahan zaman, TIKI selalu berpegang pada tiga area yaitu operational excellences (kualitas pelayanan terbaik dengan kapabilitas operasional yang mumpuni), customer intimacy (selalu mengutamakan kebutuhan dan kepentingan konsumen) dan product and service quality leadership (keunggulan produk dan kualitas layanan).
Selain itu, lanjut Ester, selama tiga bulan terakhir, TIKI telah banyak melakukan pembenahan internal untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi di era digital. Misalnya saja pada tahun 2017 lalu, TIKI mengadakan riset pasar mengenai hal yang menjadi kebutuh pelanggan terhadap jasa kurir di era teknologi digital.
Hingga pada akhirnya, TIKI menempatkan empat prioritas utama pelanggan, pertama Aspek Kompetitif yaitu harga yang kompetitif dan terjangkau. Kedua adalah Cepat, di mana kiriman diterima tepat waktu dan dalam kondisi baik.
Selanjutnya yang ketiga adalah Jemput yaitu memperbanyak pilihan drop off untuk konsumen termasuk layanan barang dijemput di lokasi konsumen tanpa minimum jumlah barang dan tidak dikenakan biaya dan terakhir adalah Status Update yaitu sistem pelacakan kiriman yang real-time sehingga konsumen bisa mengetahui keberadaan barangnya.
“Dan untuk menjawab perkembangan zaman, TIKI juga melakukan strategi TIKI Go Digital,” lanjutnya.
Strategi go Digital yang dilakukan TIKI adalah dengan menyediakan produk dan layanan yang berbasis teknologi, dengan tujuan memberikan kemudahan akses bagi konsumen dengan memperbanyak kanal sehingga mereka dapat melakukan pengiriman tanpa perlu terkendala waktu.
Adapun produk dan layanan berbasis teknologi yang menjadi unggulan TIKI, jelas Ester antara lain layanan JEMPOL (Jemput Online) yaitu layanan yang memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan di manapun dan kurir TIKI akan datang menjemput barang kiriman di lokasi yang ditetapkan pelanggan tanpa dikenakan biaya tambahan.
Kemudian Aplikasi TIKI yaitu aplikasi yang dapat dimanfaatkan konsumen untuk mengetahui besaran biaya kiriman, mengetahui kode pos, melakukan pemesanan dan melakukan pelacakan secara real time status barang kiriman dalam satu aplikasi.
Selanjutnya adalah TIKI Online Booking (TOB) yaitu pelayanan yang memungkinkan pelanggan melakukan pemesanaan melalui website. Lalu, SMS Notification dimana TIKI secara proaktif akan mengirimkan notifikasi secara otomatis terkait status kiriman kepada pengirim dan penerima.
“E-Signature dimana pelanggan dapat mengetahui siapa penerima barang dan kapan barang diterima yang diakses secara online dan real time,” lanjutnya.
Selain itu, perusahaan jasa kurir yang memiliki jaringan operasional di 66 kota besar di Indonesia itu juga memiliki smart control tower, yang bermanfaat untuk dapat menganalisa data operasional secara real time dan membantu manajemen melakukan pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran.
Menurut Ester, dengan menggunakan smart control tower, TIKI akan dengan mudah mengetahui jumlah paket terkirim, terlambat atau tidak terkirim tiap harinya dari seluruh cabang, “Dan produktivitas tiap individu kurir dalam mengirim paket dan pemetaan kinerja gerai,” katanya.
Inovasi TIKI di Masa Pandemi
Selain melakukan TIKI Go Digital sebagai upaya mengikuti perkembangan zaman, TIKI juga berinovasi dalam kondisi terkini, misalnya saja dalam masa pandemi. Untuk tetap mempertahankan eksistensinya sebagai perusahaan jasa kurir terkemuka di Indonesia, sekali pun dalam masa pandemi, TIKI berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.
Ester menjelaskan, di antara inovasi yang dilakukan TIKI pada masa pandemi adalah TIKI PUTAR (Jemput Antar), TIKI SERLOK (TIKI Seller Online Booking) dan Layanan Drive Thru. Selain itu, pelanggan juga bisa menggunakan produk yang telah ada sebelumnya seperti JEMPOL (Layanan Jemput Online) dan TOB (TIKI Online Booking).
Untuk TIKI PUTAR, lanjut Ester layanan tersebut menawarkan pilihan pengiriman secara instan untuk wilayah pengantaran dalam kota yang sering disebut dengan istilah City Courier.
“Pada tahap awal peluncurannya, TIKI PUTAR baru akan berlaku untuk pengiriman dari dan ke wilayah di Provinsi DKI Jakarta dengan harga flat yang sangat kompetitif Rp 15.000 per 2 kg,” jelasnya.
Sementara untuk TIKI SERLOK, adalah layanan yang ditujukan untuk memberikan berbagai kemudahan dan keuntungan lebih bagi para online seller dalam melakukan transaksi pengiriman menggunakan produk TIKI.
Dengan mendaftar menjadi anggota TIKI SERLOK, lanjut Ester, online seller akan mendapatkan diskon harga sebesar 18 persen, fleksibilitas pembayaran H+2 menggunakan virtual account, fasilitas pick up gratis, hingga bonus dan rewarding seller. Online seller juga akan memperoleh informasi dan mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai kegiatan edukasi dan promo marketing yang diselenggarakan TIKI.
“Bagi online seller yang memiliki website, TIKI SERLOK juga dapat diintegrasikan hal ini untuk merampingkan proses dan meningkatkan pengalaman pelanggan ketika bertransaksi di toko online,” lanjut Ester.
Sedangkan untuk Layanan Drive Thru, pelanggan dapat melakukan drop barang di gerai yang memiliki layanan drive thru tanpa harus turun dari kendaraan.
“Selain inovasi produk, kami juga memberikan berbagai promo diskon pengiriman untuk membantu para pelanggan kami di tengah kondisi pandemi,” jelasnya.
Tidak hanya itu, dalam masa pandemi saat ini, TIKI juga melakukan beberapa langkah-langkah preventif di lingkungan operasionalnya, untuk mencegah penyebaran Covid 19, diantaranya melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara regular di gerai dan gudang operasional, termasuk juga pada paket-paket kiriman yang diterima dan yang akan dikirimkan.
Kemudian, TIKI menyediakan hand sanitizer di seluruh gerai dan gudang operasional untuk dapat digunakan oleh staf maupun pelanggan yang datang ke gerai serta mewajibkan para staf dan kurir TIKI untuk menjaga kebersihan dan tetap steril dengan menggunakan hand sanitizer atau mencuci tangan ketika memasuki lingkungan kerja dan mengenakan masker dan sarung tangan latex ketika menerima dan mengirimkan paket.
“Memastikan kesehatan para staf dan kurir TIKI dengan melakukan pengukuran suhu badan dan akan memulangkan staf atau kurir yang melebihi suhu tubuh normal agar beristirahat,” jelasnya.
Selanjutnya adalah dengan menjaga jarak aman antara staf atau kurir TIKI dengan pelanggan ketika melakukan transaksi pengiriman dan menghimbau para pelanggan menggunakan layanan JEMPOL (Jemput Online) yang dapat diakses di aplikasi TIKI.
Terakhir, Ester mengatakan, melalui kegiatan “TIKI Peduli”, perusahaan yang memiliki 500 kantor perwakilan di seluruh Indonesia ini telah menyalurkan 150 paket bantuan terdiri dari APD dan makanan ringan ke beberapa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di DKI Jakarta. Hal itu sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melindungi para petugas kesehatan yang tengah menangani pandemi Covid-19 yang terus meningkat.
“Penyerahan bantuan diberikan langsung kepada perwakilan Humas dari tiap RSUD. Selain wilayah DKI Jakarta, TIKI melalui mitra franchise-nya juga menyalurkan bantuan APD ke daerah-daerah lainnya antara lain Kota Padang, Pontianak, dan Banjarmasin,” tutup Ester.[Devi Lusianawati]
.





















