Beirut, Gontornews — Kelompok hak asasi manusia, Suriah Network for Human Rights (SNHR), Selasa (20/12/2022), melaporkan 547 warga ditahan pemerintah Suriah meninggal dunia. Sejatinya, SNHR mendapatkan dokumen ini pada tahun 2017 dari seorang pelapor di salah satu departemen pemerintah.
βAnda berharap setiap detik bahwa Anda dapat melihat orang yang sangat Anda cintai ini dan mendengar berita tentang dia,β kata Yehya Mohammad, saudara laki-laki Yehya Hijazi, salah seorang dari 547 warga Suriah yang tewas dalam tahanan.
βLalu kamu mendengar dia sudah mati,β sambungnya kepada Reuters.
SNHR mengatakan dokumen tersebut memberikan jawaban atas nasib ratusan orang yang hilang di Suriah. Aktivis berharap mereka dapat menggunakan skema internasional untuk melawan pemerintah yang dituduh melakukan kejahatan kemanusiaan karena kebijakan penahanan oleh komisi penyelidikan PBB.
Pemerintah tidak menanggapi pertanyaan SNHR seputar akta kematian yang mereka lampirkan melalui surat elektronik. Di masa lalu, pejabat Suriah telah membantah tuduhan penyiksaan sistematis dan eksekusi masal di penjara.
Reuters berkenan untuk meninjau 80 akta kematian yang berhasil SNHR temukan. Media internasional tersebut juga mengonfirmasi akta kematian dari seorang gadis berusia tiga tahun dan saudara perempuannya yang berusia enam tahun.
Seorang pengacara hak asasi manusia Suriah mengatakan sertifikat yang SNHR temukan cocok dengan surat kematian yang berlaku di Suriah. [Mohamad Deny Irawan]





















