Jeddah, Gontornews — Lebih dari 600 warga Saudi pada hari Selasa tiba di Jeddah dari Jakarta (258) dan Washington (220). Selain itu 155 orang lainnya tiba di Riyadh dari New York dengan penerbangan khusus yang diatur oleh Kerajaan untuk memastikan perpulangan yang aman bagi semua warganya yang terdampar di luar negeri akibat wabah penyakit coronavirus (COVID-19).
Mereka disambut oleh pejabat dari kementerian luar negeri, pariwisata, kesehatan dan Otoritas Penerbangan Sipil di bandara di Jeddah dan Riyadh.
Semua penumpang harus menjalani 12 pemeriksaan pencegahan dalam tiga tahap: sebelum naik pesawat, di dalam kabin, dan pada saat kedatangan.
Kementerian Kesehatan telah menyediakan pos pemeriksaan. Semua penumpang melewati kamera termal pada saat kedatangan. Kasus-kasus yang mencurigakan dibawa ke tempat yang aman.
Penumpang juga diharuskan mencuci tangan sebelum masuk antrean keimigrasian dan menjaga jarak 1,5 meter dengan penumpang lain dan petugas imigrasi. Mereka kemudian diantar ke wisma yang ditentukan.
Kementerian Pariwisata telah mengalokasikan lebih dari 11.000 kamar di seluruh Kerajaan untuk mengisolasi mereka selama 14 hari, yang diawasi oleh Kementerian Kesehatan.
Sementara itu Departemen Pendidikan menyediakan bus untuk mengangkut mereka dengan standar dan layanan keselamatan.
Warga Saudi yang ingin kembali ke negaranya dapat mengajukan permintaan melalui platform khusus di situs web Kementerian Luar Negeri Saudi http://www.mofa.gov.sa/es.
Tiga bandara Saudi: Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah, dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam, telah dipersiapkan untuk menerima warga Saudi yang terdampar di berbagai belahan dunia. []


















