Beijing, Gontornews — Pemerintah melalui komisi kesehatan nasional Cina mengatakan bahwa korban tewas akibat virus korona mencapai 636 orang. Sementara, dalam 24 jam terakhir, kasus baru penularan virus korona Cina mencapai 31.161 orang per Jum’at (7/2).
Sebagaimana informasi yang dilansir Anadolu dari China’s National Health Comission melaporkan 73 orang meninggal dunia Sedangkan pengawasan medis diberlakukan terhadap 186.045 orang dengan warga positif korona mencapai 26.762.
Dalam 24 jam terakhir, ada sekitar 3.143 kasus virus korona yang terdeteksi.
Sementara di luar Cina, Hong Kong menjadi yang tertinggi dengan 24 kasus disusul oleh Macau dengan 10 kasus. Kedua negara tersebut merupakan wilayah administrasi khusus.
Virus yang diprediksi berasal dari kelelawar tersebut telah menyebar ke lebih dari 20 negara. Sebut saja Amerika Serikat, Singapura, Prancis, Rusia, Spanyol hingga India.
Sebagai langkah antisipasi, sejumlah negara memutuskan untuk mengevakuasi warganya dari Wuhan. Indonesia, misalnya, telah mengevakuasi 243 warganya dari Wuhan pada 1 Februari 2020 yang lalu.
Sementara itu wilayah Wuhan, yang dianggap sebagai wilayah asal virus Korona, telah diisolasi. Sejumlah jalan protokol ditutup dan seluruh akses transportasi dari dan menuju Wuhan ditutup untuk sementara waktu. Langkah ini dilakukan demi membatasi penyebaran virus mematikan tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, telah menetapkan virus korona ini sebagai situasi darurat kesehatan internasional. WHO mengkhawatirkan risiko penyebaran virus korona dari manusia ke manusia. [Mohamad Deny Irawan]





















