Jakarta, Gontornews — Delapan Duta Besar (Dubes) baru negara sahabat menilai peran Indonesia yang sangat penting bagi kawasan dan dunia internasional. Beberapa Duta Besar secara spesifik menyampaikan apresiasi yang tinggi bagi peran Indonesia di ASEAN dan di isu-isu kemanusiaan terkait dengan isu di Rakhine, Myanmar.
Demikian disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima penyerahan surat-surat kepercayaan dari delapan Dubes baru negara sahabat di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/1) siang.
Para Dubes baru negara sahabat itu juga memberikan apresiasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia, dan mereka ingin meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi dengan Indonesia.
“Misalnya, Bangladesh secara spesifik mempunyai keinginan yang sangat kuat untuk meningkatkan kerjasama ekonomi dengan Indonesia karena Bangladesh penduduknya hampir 170 juta. Tahun lalu Indonesia sudah mengekspor 50 gerbong kereta api, tahun ini kita sedang berusaha untuk meningkatkan ekspor gerbong kereta api ke sana,” kata Menlu seperti dilansir laman setkab.go.id.
Ia menambahkan, Bangladesh juga memerlukan batu bara yang cukup banyak untuk mendukung industrinya.
Sementara itu dengan Prancis, menurut Menlu, dibicarakan mengenai kolaborasi dua negara dalam konteks konflik Palestina. Ia menegaskan, Indonesia mendukung inisiatif Prancis untuk menggelar International Peace Conference.
“Saya sendiri hadir pada bulan Juni lalu, dan tanggal 15 Januri ini ada pertemuan kedua, namun saya tidak bisa hadir sehingga nanti Wakil Menteri Luar Negeri yang akan hadir. Jadi, Indonesia bersama dengan Prancis dan banyak negara bisa mendukung International Peace Conference dalam konteks Palestina dan Israel,” jelas Menlu.
Adapun dengan Maroko, lanjut Menlu, dibicarakan kerjasama untuk counter terrorism dan kerjasama untuk mempromosikan Islam yang moderat.
Dengan Portugal, menurut Menlu, hubungan budaya kedua negara cukup bagus. Ia menyebutkan, Portugal menginginkan kerjasama yang meningkat di bidang ekonomi karena mereka sudah dapat keluar dari krisis ekonomi.
Untuk Amerika Serikat, menurut Menlu, Presiden Jokowi sudah menelepon Presiden Terpilih Donald Trump. Kemudian dibicarakan mengenai komitmen dari Amerika Serikat untuk meneruskan kerjasama komprehensif dengan Indonesia.
“Secara spesifik Dubes Donovan juga mengapresiasi peran-peran yang dimainkan oleh Indonesia, baik di kawasan ASEAN maupun di dunia internasional,” terang Menlu.
Dengan Mauritius, dibicarakan mengenai IORA (Indian Ocean Rim Association) karena Mauritius adalah ketua sekretariat IORA. Mauritius sangat mendukung rencana pertemuan IORA yang akan diketuai oleh Indonesia.
Dengan Rwanda dibicarakan mengenai masalah perdagangan. Menurut Menlu, di tahun 2016, perdagangan Indonesia ke Rwanda naik 16 kali lipat. “Jadi ini merupakan suatu potensi yang besar yang ingin kita kelola. Penduduknya memang tidak begitu banyak, hanya 12 juta, tetapi kalau kita lihat tren perdagangannya sangat menjanjikan,” jelas Menlu.
Delapan Dubes Baru
Kedelapan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Republik Indonesia yang menyerahkan surat-surat kepercayaan adalah:
- Jean-Charles Berthonnet, Duta Besar LBBP Republik Prancis untuk Republik Indonesia
- Benabdellah Ouadîa, Duta Besar LBBP Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia
- Rui Fernando Sucena Do Carmo, Duta Besar LBBP Republik Portugal untuk Republik Indonesia
- Joseph R Donovan Jr, Duta Besar LBBP Amerika Serikat untuk Republik Indonesia
- Mayor Jenderal Azmal Kabir, Duta Besar LBBP Republik Rakyat Bangladesh untuk Republik Indonesia
- Issop Patel, Duta Besar LBBP Republik Mauritius untuk Republik Indonesia berkedudukan di Kuala Lumpur (Malaysia)
- Guillaume Kavaruganda, Duta Besar LBBP Republik Rwanda untuk Republik Indonesia berkedudukan di Singapura
- Tom D Kijiner, Duta Besar LBBP Republik Kepulauan Marshall untuk Republik Indonesia berkedudukan di Tokyo (Jepang).
Dalam upacara penyerahan Surat-surat Kepercayaan, satu per satu Duta Besar untuk Republik Indonesia tiba di Halaman Istana Merdeka dan dikumandangkan lagu kebangsaan masing-masing negara yang dibawakan oleh Marching Band Paspampres.
Selanjutnya, Presiden menerima Surat-surat Kepercayaan dari 8 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh itu secara berurutan di ruang Credential Istana Merdeka.
Pertemuan dilanjutkan dengan Veranda Talk di teras belakang Istana Merdeka. Saat Veranda Talk itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Pertemuan diakhiri pada pukul 11.00 WIB dengan foto bersama delapan Duta Besar di depan Istana Merdeka diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Hadir mendampingi Presiden dalam upacara Credential, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.[Yuzaq Ardian/Al Hafidh]




















