Yangon, Gontornews — Junta militer Myanmar, Sabtu (12/2/2022), memberikan amnesti kepada 814 tahanan. Pengumuman ini muncul seiring dengan peringatan Hari Persatuan Myanmar yang menandai kemerdekaan Myanmar dari pemerintahan kolonial Inggris pada tahun 1947.
Pada peringatan Hari Persatuan Myanmar kali ini, junta memadamkan seluruh internet mulai pukul 4 pagi waktu setempat. Dalam parade ini, sejumlah delegasi dari sejumlah negara bagian Karen, Chin dan Kayah datang meski situasi konflik bersenjata maupun perang anti militer masih berkecamuk.
βKekerasan di Myanmar telah menyebabkan kekacauan dan orang-orang menderita,β kata Jenderal tinggi Myanmar, Min Aung Hlaing, sebagaimana dilansir Reuters.
Dalam parade ini, junta Militer dikabarkan menghabiskan dana hingga 5 juta Dollar Amerika Serikat.
Salah satu kelompok anti militer, Komite Pemogokan Umum Kebangsaan mengatakan bahwa tahanan politik yang ditahan di penjara Insein di Yangon telah melakukan mogok makan pada Sabtu. Tidak jelas berapa jumlah tahanan yang melakukan aksi mogok makan.
Min Aung Hlaing mengulangi pernyataan junta bahwa ia mengambil alih kekuasaan karena partai pemenang pemilu, Nation League for Democration (NLD), melakukan kecurangan.
Pada kudeta 1 Februari tahun lalu, junta menangkap ribuan orang termasuk Aung San Suu Kyi. Suu Kyi masih berada dalam tahanan di sebuah lokasi yang dirahasiakan. Suu Kyi mendapatkan dakwaan tambahan yang memungkinkan dirinya mendapatkan hukuman penjara selama 150 tahun atau lebih.
Menurut perhitungan Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), pasukan keamanan Myanmar telah menewaskan sedikitnya 1.547 orang sejak kudeta 1 Februari. Junta menolak tuduhan tersebut seraya menduga AAPP berlebihan sambil menyebut banyak tentara yang tewas akibat pertempuran tersebut. [Mohamad Deny Irawan]





















