Sao Paolo, Gontornews — Pemerintah Brazil mengonfirmasi kematian pertama akibat COVID-19 Selasa (18/3). Selain informasi kematian pertama tersebut, otoritas setempat juga tengah memeriksa empat kematian lain diduga COVID-19. Kongres bahkan membatalkan pertemuan seiring dengan meningkatnya kekhawatiran tentang penularan epidemi yang bergerak cepat.
Kematian pertama akibat COVID-19 di Brazil merupakan pria berusia 62 tahun. Selain COVID-19, korban juga memiliki riwayat penyakit diabetes dan hipertensi sebelum akhirnya tewas Senin (16/3) di Rumah Sakit Sao Paolo. Korban juga memiliki riwayat perjalanan internasional belum lama ini.
Terkait hal ini, Pemerintah Brazil juga akan menutup sebagian wilayah perbatasan dengan Venezuela guna menghambat penyebaran COVID-19. Pemerintah menutup akses masuknya pengungsi asal Venezuela tapi tetap mengizinkan truk dan logistik mereka untuk masuk ke Brazil.
Akan tetapi, Menteri Kesehatan Brazil menolak opsi tersebut. Menurutnya, pemerintah seharusnya menutup seluruh wilayah perbatasan karena Venezuela tidak lagi menyediakan layanan kesehatan.
Sementara itu, Reuters melansir Presiden Brazil, Jair Bolsonaro, akan menjalankan tes virus korona yang kedua dan diprediksi hasilnya akan dirilis selasa pekan depan. Dalam pemeriksaan sebelumnya, Presiden Bolsonaro mengatakan bahwa hasil pemeriksaannya negatif.
Bolsonaro mengikuti tes pada Kamis setelah Sekretarisnya, Fabio Wajngarten, dinyatakan positif korona setelah bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Florida. Sejauh ini, sebagian besar rombongan presiden di Florida dinyatakan positif korona.
Sedangkan wilayah Sao Paolo menjadi negara bagian pertama yang mengonfirmasi COVID-19 di Brazil. Mereka mengonfirmasi 152 kasus infeksi COVID-19. Secara total, Brazil mengonfirmasi 291 kasus COVID-19 pada Selasa (17/3) atau meningkat 63 kasus dibanding hari Senin yang ‘hanya’ mencapai 234 kasus. [Mohamad Deny Irawan]






















