Ramallah, Gontornews — Pemerintah Palestina memerintahkan warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel untuk tetap di dalam rumah selama dua minggu sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona.
Perintah itu, yang diumumkan oleh Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh di televisi, mulai berlaku pada jam 10 malam waktu setempat. Personil medis, apoteker, pedagang grosir dan tukang roti akan dibebaskan, katanya dirilis Aljazeera.
Sementara itu Pemerintah Libya yang diakui PBB (GNA) memberlakukan jam malam untuk mencegah virus corona keluar dari area yang dikontrolnya.
Ketika pertempuran di selatan ibukota Libya berlanjut, GNA yang berbasis di Tripoli mendeklarasikan jam malam malam dari pukul 16:00 hingga 04:00 GMT.
GNA juga telah memerintahkan penutupan restoran dan kafe. Sedangkan pesta, pemakaman, dan pernikahan telah dilarang.
Tidak ada kasus yang dilaporkan di Libya hingga saat ini, tetapi para ahli khawatir wabah bisa menjadi bencana besar karena sistem kesehatan negara itu telah rusak akibat perang. []





















