Melbourne, Gontornews — Pemerintah Australia berencana untuk meningkatkan aturan mengenai jarak sosial demi mencegah COVID-19. Mereka tengah menyiapkan aturan tentang denda, penutupan wilayah pantai serta menindak dengan keras jika warga tidak mengindahkan instruksi pemerintah itu.
Sejauh ini, Australia telah mengofirmasi 14 kematian akibat virus asal Wuhan tersebut. Yang terbaru, seorang wanita tua meninggal dunia di fasilitas perawatan lansia di negara bagian New South Wales (NSW). Otoritas kesehatan NSW juga mengonfirmasi beberapa warga dan karyawan dinyatakan positif COVID-19 di lokasi tersebut.
Sementara kasus penularan COVID-19 di Australia meningkat 212 kasus pada Sabtu (28/3) menjadi 3.378 kasus. Kementerian Kesehatan Federal mengonfirmasi bahwa dua pertiga kasus COVID-19 terjadi di NSW dan negara bagian Victoria.
Secara umum, tingkat penularan COVID-19 terbilang lambat jika dibandingkan dengan negara lain. Namun, penyebaran COVID-19 di NSW dan Victoria dikategorikan cepat dibandingkan penyebaran di negara bagian lain di Australia. Pemerintah juga mengonfirmasi bahwa setengah dari 25,5 juta penduduk Australia tinggal di dua lokasi tersebut.
Pemerintah pun menginstruksikkan pasukan militernya untuk memastikan para pelancong mematuhi aturan jarak sosial yang diterapkan.
โAda begitu banyak bagian di dunia ini dimana (COVID-19 merajalela. Saya pikir setiap pelancong yang kembali adalah risiko,โ kata Perdana Menteri Victoria, Daniel Andrews, dilansir Reuters.
Sementara PM NSW, Gladys Berejiklian mengatakan bahwa jajarannya akan lebih keras dalam menegakan aturan jarak sosial jika diperlukan.
Sebagaimana diketahui, dua pertiga kasus di Australia yang telah dilacak berhubungan dengan orang-orang yang kembali dari luar negeri. Meski demikian, otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi bahwa penularan antar masyarakat juga telah meningkat. [Mohamad Deny Irawan]




















