Bogor, Gontornews — Dr M Sarbini MHI, ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami (HASMI), menginformasikan beberapa hal penting terkait virus korona versus sistem imun, kepada Gontornews.com. Berikut ulasannya:
Dalam rangka membantu usaha pemerintah dalam menanggulangi wabah korona, DPP HASMI membuat surat edaran ini. Bila ada di edaran ini yang bertentangan dengan info atau arahan pemerintah, harap diikuti arahan pemerintah.
Pertama, sekarang COVID-19 (penyakit yang disebabkan oleh virus korona) sudah ditetapkan sebagai pandemi (wabah dunia). Ketakutan yang berlebih-lebihan telah terkondisikan karena banyaknya pemberitaan yang berlebihan.
Ketakutan terhadap wabah ini hanya akan menambah keganasan wabah dan melemahkan sistem imun manusia. Sebab salah satu unsur terkuat pelemahan imun adalah psikologi yang tertekan. Agar tidak meremehkan bahaya korona dan juga tidak ketakutan, perlu adanya penjelasan yang tepat.
Kedua, coronavirus (korona) tidak banyak berbeda dengan virus-virus lainnya, hanya saja COVID-19 mempunyai daya tular yang lebih cepat dan luas. Korona bukanlah makhluk hidup, tetapi ketika sudah masuk ke dalam tubuh manusia, korona secara alami bergerak menuju suatu tempat di paru-paru untuk berkembang biak dan seterusnya membuat efek kerusakan.
Ketiga, tempat pertama korona melekat adalah tenggorokan. Selama beberapa hari berada di tenggorokan, korona mencari peluang untuk masuk ke paru-paru dan selama itu pula bergejala sakit di tenggorokan. Tentunya bukan setiap rasa nyeri di tenggorokan adalah pertanda terserang korona, bahkan kebanyakan bukan karena korona.
Keempat, dengan sering minum air sangat hangat, diharapkan korona akan terbawa masuk ke lambung yang enzim/asamnya akan pasti mematikan sang korona. Sampai di sini tamatlah riwayatnya.
Kelima, jika virus terlanjur masuk paru-paru sebelum terjatuhkan ke lambung, maka sistem imun kita (darah putih) pasti akan mematikannya. Korona sangat lemah dalam menghadapi sistem imun manusia, asalkan sistem imun kita punya tenaga yang cukup dan transpor yang lancar untuk kecepatan pergerakan sel-sel darah putih menyerang virus.
Keenam, sistem imun manusia sudah terbukti kecanggihannya dalam mengatasi segala macam serangan virus. Sistem imun manusia adalah sistem Robbani yang tidak pernah dan tidak akan pernah manusia mampu membuatnya.
Kecanggihan sistem imun manusia melebihi kecanggihan sistem bala tentara manapun juga. Sistem ini merobek-robek dan membedah setiap virus untuk dengan cepat membuat antivirus tersebut (antibodi).
Ketujuh, untuk mengalahkan virus penyerang, sistem imun kita memerlukan:
1. Tenaga yang didapat dari makanan bergizi (terutama yang mengandung vit C & E).
2. Oxygen yaitu udara segar yang cukup.
3. Transpor dalam menyerang musuh, sel-sel imun memerlukan sarana transpor untuk bergerak. Sarana tersebut adalah air tubuh dan darah. [Edithya Miranti]






















