New Delhi, Gontornews — Perdana Menteri India, Narendra Modi, meminta semua warga untuk mematuhi penguncian wilayah yang diberlakukan. Ia juga meminta kepada warga untuk mematuhi aturan jarak sosial demi memutus rantai penyebaran COVID-19 di India.
“Saya mendesak anda untuk tidak mempercayai dan meyakini bahwa di kota kami, di desa kami dan di kantor kami, COVID-19 belum sampai,” kata PM India, Narendra Modi dilansir Reuters.
Dalam pidatonya di radio, Modi mendesak warga untuk merasa berada di wilayah peperangan terhadap COVID-19. Ia pun menyerukan untuk tidak tersesat ada opini bahwa penyebaran virus telah dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah.
Padatnya populasi, burukna sanitasi serta tingginya angka migrasi disinyalir menjadi faktor di balik masifnya penyebaran COVID-19.
Sejauh ini, India melaporkan 26.496 kasus dengan 824 kasus kematian akibat COVID-19. Pihak berwenang telah membentuk sebuah tim yang fokus untuk menjaga kepatuhan warga terhadap upaya penguncian wilayah.
Sebagaimana diketahui, Modi memberlakukan penguncian wilayah pada 25 Maret lalu. Namun, para ahli khawatir bahwa penguncian wilayah di negara dengan populasi 1,3 miliar tersebut tidak mampu mengurangi penyebaran COVID-19.
“Kita perlu berhati-hati agar setiap orang menjaga jarak fisik, menutup wajah dengan masker, mencuci tangan lagi dan lagi sehingga menjadi obat terbaik untuk melawan penyakit ini di kemudian hari,” jelas Modi.
Pada Sabtu, India mengizinkan toko-toko kecil di daerah perumahan untuk dibuka kembali walau dengan sejumlah persyaratan. Sebut saja pengurangan 50 persen karyawan dengan kewajiban penggunaan masker dan sarung tangan selama jam kerja. [Mohamad Deny Irawan]


















