Madrid, Gontornews — Pemerintah Spanyol mengonfirmasi penurunan angka kematian COVID-19 kedua sejak pertengahan Maret, Sabtu (9/5). Pada pelonggaran fase 1 ini, Pemerintah Spanyol memungkinkan orang bergerak antar provinsi, menghadiri konser dan pergi ke teater. Pemerintah juga mengizinkan pertemuan hingga 10 orang.
Pemerintah Spanyol melaporkan 179 kasus kematian akibat COVID-19, atau yang terendah dalam 229 hari sejak kasus pertama di Spanyol terkonfirmasi. Secara kumulatif, Spanyol naik menjadi 26.478 kasus kematian. Sementara kasus penularan COVID-19 di Spanyol mencapai 223.578 atau naik 721 kasus dari 222.857 kasus yang terjadi sehari sebelumnya.
βKami telah berhasil merebut kembali 99 Persen tanah yang hilang akibat virus,β ungkap Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, dilansir Reuters. Meski demikian, PM Sanchez tetap meminta warga untuk tetap bijaksana dan berhati-hati terhadap penularan virus.
Sekitar 51 Persen populasi Spanyol diharapkan masuk fase pertama pelonggaran pasca COVID-19, Senin (11/5). Meski demikian, hanya beberapa daerah yang diberi izin oleh Pemerintah Pusat untuk melakukan pelonggaran seperti Kepualuan Canary dan Kepulauan Balearic.
Pemerintah Spanyol memungkinkan pembukaan bar, restoran, sejumlah toko, museum, gimnasium dah hotel untuk beraktifitas di dua wilayah tersebut. Sementara dua kota besar di Spanyol, Madrid dan Barcelona, tidak memenuhi kriteria pelonggaran wilayah pasca COVID-19.
Kepala Darurat Kesehatan Spanyol, Fernando Simon, meminta warga untuk tidak menganggap pelonggaran wilayah sebagai ajang balapan. Ia mengakui, bahwa banyak pemerintah daerah yang tidak senang dengan keputusan pemerintah yang menahan kondisi mereka di fase 0.
Simon mengindikasikan bahwa Madrid akan menjadi kota besar pertama yang memperoleh pelonggaran wilayah pekan depan. [Mohamad Deny Irawan]





















