Bogor, Gontornews – Rabu (20/5) bertepatan dengan tanggal 27 Ramadhan 1441, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Leuwiliang, Bogor, menggelar acara Khataman Akbar Keluarga Besar SIT Insantama Leuwiliang. Khataman Qur’an di masa pandemi COVID-19 ini digelar secara online dengan aplikasi zoom dan terhubung (link) ke youtube.
Khataman Qur’an yang mengusung tema “Menjadi Sahabat al-Qur’an” ini diikuti 100 peserta yang terdiri dari siswa, guru, pengurus yayasan, dan orangtua siswa. Siswa yang mengikuti acara ini sudah mengkhatamkan bacaan al-Qur’an 30 juz minimal sekali di rumahnya masing-masing.
Pada acara ini Penanggung Jawab Qiroati SIT Insantama Leuwiliang, Ustadz Anang Haryanto, membagi habis ayat-ayat al-Qur’an kepada para peserta khataman. Seluruh peserta membaca ayat-ayat itu dalam waktu yang bersamaan sekitar 15 menit. “Al-Qur’an adalah fondasi hidup kita. Kalau fondasinya kuat maka setinggi apa pun bangunan yang akan kita dirikan di atasnya akan kokoh dan kuat,” ujar Ustadz Anang membuka acara.
Sementara itu Ketua Yayasan Amanah Insantama Leuwiliang, Ir Ahmad Soim, dalam sambutannya mengatakan, ciri-ciri orang yang puasanya diterima oleh Allah SWT yaitu orang-orang yang meningkat ketakwaannya setelah bulan Ramadhan berlalu. “Itulah tujuan diperintahkannya puasa di bulan Ramadhan, agar kita bisa meningkatkan ketakwaan,” paparnya.
Acara khataman ditutup dengan pembacaan doa khataman yang disampaikan oleh Ustadz Zainal Mutaqin, guru kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang.
Acara ini sekaligus menjadi ajang silaturahim antara siswa, guru, pengurus yayasan dan orangtua siswa. Para siswa tampak gembira dan senang bisa bertemu dengan guru-guru dan teman-temannya meski secara daring (online). Sudah lebih dari dua bulan mereka tidak bertemu di sekolah karena pandemi. “Senang sekali aku bisa bertemu dengan teman-teman,” aku Tasia Kamila, siswa kelas II, dengan sumringah. []


















