Brussels, Gontornews — Uni Eropa (UE) mengumumkan pada 30 Juni bahwa mereka akan membuka kembali perbatasannya untuk pelancong dari 14 negara. Ke-14 negara itu yaitu Aljazair, Australia, Kanada, Georgia, Jepang, Montenegro, Maroko, Selandia Baru, Rwanda, Serbia, Korea Selatan, Thailand, Tunisia, dan Uruguay.
Tetapi UE menutup diri untuk pelancong dari Amerika Serikat. Setidaknya untuk dua pekan ke depan karena melonjaknya infeksi virus corona di AS. Wisatawan dari negara-negara besar lain seperti Rusia, Brasil dan India juga dilarang.
Ketika ekonomi Eropa terhuyung akibat coronavirus, negara-negara Uni Eropa selatan seperti Yunani, Italia dan Spanyol sangat ingin menarik kembali wisatawan ‘yang cinta matahari dan menghirup udara segar’ ke dalam industri pariwisata mereka yang lumpuh.
Lebih dari 15 juta orang Amerika diperkirakan melakukan perjalanan ke Eropa setiap tahun, sementara sekitar 10 juta orang Eropa melintasi Atlantik.
Warga negara dari 14 negara itu diizinkan masuk ke 27 negara anggota UE dan empat negara lain di zona perjalanan Schengen bebas visa Eropa.
Uni Eropa mengatakan, Cina “tunduk pada konfirmasi timbal balik,” yang berarti negara itu harus mencabut semua pembatasan pada warga negara Eropa yang memasuki Cina sebelum mengizinkan warga negaranya ke Eropa.
Daftar negara-negara yang diperbolehkan melancong ke Uni Eropa akan diperbarui setiap 14 hari. Tergantung dari kondisi pandemi coronavirus di negara yang bersangkutan.
Meski demikian, banyak orang di dalam dan di luar Eropa tetap waspada terhadap perjalanan di era coronavirus, mengingat ketidakpastian pandemi dan kemungkinan gelombang kedua infeksi yang dapat mempengaruhi penerbangan dan pemesanan hotel. Puluhan ribu pelancong mengalami kekacauan di bulan Maret karena mereka tidak bisa pulang ketika pandemi melanda seluruh dunia dan perbatasan ditutup.
Selain dari wabah baru-baru ini yang terkait dengan rumah jagal di Jerman barat, penyebaran virus umumnya telah stabil di sebagian besar Benua Eropa.
Daftar UE tidak berlaku untuk Inggris, yang meninggalkan UE pada bulan Januari. []






















