Beirut, Gontornews — Sebuah gudang meledak di pinggir pantai Beirut, Lebanon, Selasa (4/8). Akibat ledakan tersebut, 78 orang warga dikabarkan tewas sementara hampir 4.000 orang dikabarkan mengalami luka-luka.
Reuters melaporkan bahwa gudang yang meledak di Beirut berisi bahan-bahan ledak yang disimpan selama bertahun-tahun.
Presiden Lebanon, Michel Aoun, mengatakan bahwa gudang tersebut berisi 2.750 Ton Amonium Nitrat yang biasa digunakan sebagai bahan dasar pupuk dan bom. Aoun menambahkan selama bertahun-tahun, gudang berisi bahan ledak berbahaya tersebut tidak memiliki pengamanan yang layak.
Presiden Aoun pun langsung menyerukan pertemuan kabinet, Rabu (5/8). Belum ada keterangan resmi yang menerangkan apa penyebab kebakaran yang terjadi di gudang tersebut. Namun, sejumlah sumber menjelaskan bahwa kobaran api berasal dari pekerjaan pengelasan di lokasi kejadian.
“Apa yang kita saksikan hari ini adalah bencana besar,” kata Ketua Palang Merah Lebanon, George Kettani kepada Mayadeen.
“Korban berjatuhan dimana-mana,” imbuhnya sebagaimana dilansir Reuters.
Ledakan di pelabuhan Beirut tersebut terjadi pada pukul 6 sore waktu setempat. Dalam video yang beredar, kobaran api memunculkan asap yang membumbung tinggi. Tidak lama setelah kebakaran, ledakan besar terjadi. Sejumlah gedung di dekat lokasi kejadian hancur berkeping-keping. Sirine ambulan pun meraung-meraung menuju lokasi kejadian.
“Ledakan itu melemparku sejauh beberapa meter. Kondisi saya linglung dan tanpa sadar berlumuran darah. Ledakan yang terjadi mengembalikan ingatan saya pada ledakan yang terjadi di Kedutaan besar AS di Lebanon pada 1983 silam,” kata seorang saksi mata, Huda Baroudi.
Akibat ledakan ini, Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab berjanji memastikan semua pihak terkait akan bertanggungjawab atas insiden mematikan tersebut.
Kedutaan Amerika Serikat di Lebanon pun memperingatkan warga akan adanya laporan gas beracun pasca ledakan tersebut. mereka meminta seluruh warga menggunakan masker dan tetap tinggal di rumah. [Mohamad Deny Irawan]
























