Beirut, Gontornews — Presiden Lebanon, Michel Aoun, menjelaskan bahwa ledakan gudang di pelabuhan Beirut disebabkan oleh 2.750 Ton Amonium Nitrat yang terlucut api. Akibat ledakan ini, sejumlah pihak menggarisbawahi risiko yang dihasilkan bahan dasar pupuk organik tingak tinggi ini.
Amonium Nitrat memiliki rumus fisika NH4N03 yang berbentuk padatan kristal putih alami yang sangat larut. Larutan Amonium Nitrat ini kemudian dikenal dengan sebutan saltpetre.
Sebagian besar Amonium Nitrat ditemakn di Gurun Atacama di Cili. Di lokasi tersebut, Amonium Nitrat ditambang. Saat ini, hampir 100 Persen bahan kimia yang digunakan berbentuk sintetis dan diproduksi dengan mereaksikan amonia dengan asam nitrat.
Umumnya, Amonium Nitrat digunakan dalam pertanian seabgai pupuk nitrogen tingkat tinggi. Bahan kimia ini dinilai stabil dan murah untuk diproduksi. Hal ini pula yang menjadikan Amonium Nitrat sebagai bahan kimia alternatif penghasil nitrogen.
Amonium Nitrat juga diketahui merupakan komponen utama ANFO, bahan peledak industri pertambangan, penggalian, serta konstruk sipil. Sky melansir jika 80 Persen bahan peledak di sektor pertambangan di Amerika Serikat berbahan dasar Amonium Nitrat.
Amonium Nitrat tidak mudah untuk menguap atau berbahaya. Namun, akibat ledakan tersebut, semua pihak mulai menyadari bahwa, dalam satu kondisi tertentu, bahan kimia tersebut menyimpan daya ledak yang mematikan.
Karenanya, sejumlah negara memiliki peraturan khusus yang mengatur serta mengontrol lokasi penyimpanan Amonium Nitrat agar keamanannya terjamin. Ketiba terbakar, Amonium Nitrat mengalami perubahan kimia yang mengarah pada produksi oksigen yang memicu api untuk terus menyala dan membesar.
Saat memanas, Amonium Nitrat akan melebur menjadi satu dan membentuk segel atau steker. Jika ruang belakang steker mengalami pemanasan secara terus menerus maka terbentuklah gas. Saat gas mengambang, sementara ruang belakang steker terus dipanaskan, maka gas itulah yang selanjutnya menjadi pemicu ledakan dahsyat tersebut.
Karena biayanya yang rendah dan mudah diperoleh, pupuk bisa dijadikan sebagai bahan dasar pembuat bom. Otoritas setempat pun mulai mengkhawatirkan keberadaan Amonium Nitrat terutama jika dikaitkan dengan aksi teror. [Mohamad Deny Irawan[





















