Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, rakyat Indonesia kini harus memperingati hari yang paling bersejarah bagi bangsa di tengah pandemi COVID-19 yang semakin tidak terkendali. Namun, bukan berarti pandemi yang kini merundung pilu bangsa mampu meruntuhkan semangat perjuangan kemerdekaan Indonesia dan membuat masyarakat melupakan sejarah para pahlawannya. Di kala pandemi ini, masyarakat masih bisa menyemarakkan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 dengan mengikuti beragam kegiatan yang kreatif, meski tetap melakukan protokol kesehatan.
Seperti yang marak digamangkan, media sosial kini menjadi wadah yang paling potensial untuk berinteraksi dan berkembang. Begitu pula dengan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Banyak sekali platform yang muncul dalam rangka merayakan HUT RI ke-75. Beberapa forum mengadakan perlombaan secara virtual yang tak kalah menarik dan inspiratif daripada perlombaan yang biasanya diadakan secara langsung. Sebut saja perlombaan video kreatif bertajuk “Indonesia Maju” yang diadakan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Prancis. Kegiatan perlombaan tersebut diselenggarakan melalui media sosial Instagram pada akun @ambdindoparis. Di akun ini, video kreatif garapan anak bangsa yang kini sedang melanglang buana di Kota Mode, mampu membuat siapa saja luluh. Beberapa isi dalam video kreatif tersebut menyatakan kecintaan mereka terhadap Ibu Pertiwi yang sudah lama tidak mereka tinggali.
Lebih dari itu, bahkan Kemenparekraf mengadakan beragam perlombaan menarik dengan tema “Cinta Indonesia” yang dapat diikuti masyarakat luas. Perlombaan-perlombaan tesebut memperebutkan hadiah yang begitu menggiurkan, yaitu berupa piala presiden dan uang hingga 1 miliar rupiah. Untuk informasi lebih lanjut mengenai lomba ini, dapat diakses di laman https://hutri.kememparekraf.go.id.
Sementara itu di bidang pendidikan, salah satu universitas swasta ternama di ibukota marak menggamangkan pendanaan beasiswa bagi calon mahasiswanya, yang disebut sebagai Beasiswa Merdeka. Tak hanya sampai di situ, sejumlah sekolah di Nusantara pun ikut memeriahkan hari kemerdekaan dengan memasang twibbon sebagai bentuk kampanye nasionalime. Twibbon-twibbon berwarna merah putih tersebut dibubuhi keterangan tagar HUT RI ke-75 dengan harapan agar semangat patriotisme para pelajar tak akan pernah padam.
Selain beragam kegiatan perlombaan dan kampanye nasionalisme yang marak diadakan di media sosial, masyarakat juga dapat mengisi kemerdekaan dengan melakukan hal-hal sederhana yang sarat dengan semangat patriotisme. Dengan membersihkan lingkungan sekitar dan memasang berbagai ornamen khas “merah putih” telah turut mengingat jasa-jasa para pahlawan yang 75 tahun lalu berjuang mengorbankan nyawa mereka demi Bangsa Indonesia. Tidak perlu muluk-muluk untuk mengadakan serangkaian pawai atau pesta yang biasanya tumpah di jalanan, cukup dengan memulai semangat kemerdekaan dari diri sendiri dan mengajak orang lain untuk sama-sama menjaga dirinya di tengah pandemi, sudah menunjukkan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat, yang mampu bersatu dan berjuang melawan bencana pandemi COVID-19.
Melalui pandemi COVID-19, sudah semestinya mampu menggerakan hati masyarakat untuk mengingat masa-masa penjajahan 75 tahun yang lalu. Para penjajah itu membuat masyarakat takut, menimbulkan rasa tidak aman dan kecemasan, merenggut kebebasan, dan membuat bangsa terpuruk, layaknya COVID-19. Tentunya, dapat dilihat di layar televisi bahwa bukan puluhan lagi masyarakat yang sudah terpapar COVID-19, namun ratusan ribu jiwa. Inilah saatnya Indonesia sebagai bangsa yang besar, bersatu untuk memerangi pandemi COVID-19 dengan terus melakukan physical distancing, menggunakan masker, dan menjaga kesehatan tubuh. Bukan dengan cara beramai-ramai mengikuti upacara bendera di lapangan dan pergi ke jalanan untuk pawai.
Masyarakat masih dapat menyaksikan upacara bendera dengan khidmat di depan layar televisi serta dengan mengikuti lantunan lagu Indonesia Raya ketika sang saka Merah Putih dikibarkan. Hal tersebut tidak akan mengurangi hakikat kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, dengan tetap melakukan protokol kesehatan, tidak akan mengurangi makna perayaan hari kemerdekaan. []




















