Wakil Ketua Majelis Permusyawartan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid (56) mengaku heran dengan era keterbukaan dan demokrasi sekarang ini. Di era keterbukaan seperti sekarang ini, unjukrasa penyampaian kritik di hadapan publik mestinya terbuka, bukan sebaliknya di mana fitnah makin merajalela.
“Saya heran pada era keterbukaan informasi, yang dimunculkan malah fitnah,” kata Hidayat Nur Wahid di Jakarta, Selasa (3/1).
“Mengapa bukan informasi yang bermartabat dan berkualitas yang dapat meningkatkan kualitas kita yang dimunculkan,” paparnya.
Ketua MPR RI periode 2004-2009 itu mengatakan, media sosial mestinya dimanfaatkan untuk menyebarkan fakta dan kebenaran, bukan data dan fakta yang dipelintir. Bahkan fitnah.
Menurutnya, Indonesia harus lebih unggul dari negara lain karena tidak mengutamakan fitnah dan berita bohong.
Hidayat juga mengritik pemerintah yang menganggap kritik bagian dari berita bohong (hoax). “Kritik itu kepedulian untuk menghadirkan sesuatu yang lebih baik. Karena itu kritik harus berdasarkan data dan bukti,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan/Rus]


















