Hajja, Gontornews — Hujan deras dan banjir yang melanda penduduk Yaman selama tiga bulan terakhir ini diperkirakan berdampak kepada 300.000 orang yang menderita kehilangan rumah, sawah, kebutuhan pangan, dan kebutuhan personal. Sejumlah wilayah yang terdampak amat parah yaitu Marib, Amran, Hajjah, Al Hudaydah, Taizz, Lahj, Aden, dan Abyan.
Hal ini berdasarkan laporan dari salah satu penduduk Marib, Hasan Mabkhut kepada Al Jazeera mengatakan, hujan deras banyak menimbulkan kerusakan.
“Terlalu banyak kerusakan. Banjir menerjang pertanian dan sarana publik. Banjir juga langsung berdampak bagi pengungsi,” kata Hasan dilansir dari laman ACTNews, Rabu (26/8).
Di Habiba, hujan deras merobohkan bendungan Al-Roone secara tiba-tiba. Sekitar 250.000 meter kubik air tidak dapat dikendalikan dan membanjiri ribuan tempat tinggal pengungsi di Al-Tahseen, Souq al-Lill, dan sejumlah tempat lainnya.
Sementara itu di Provinsi Hajja, banjir menghancurkan lebih dari 5.000 tenda pengungsi. Hasan, salah satu pengungsi terkejut saat tendanya lenyap terbawa air. Saat itu ia tengah di Distrik Shafa, kala kembali tendanya sudah tidak ada lagi.
“Anak-anakku segera mengungsi ke tenda lain. Makanan yang kami kumpulkan pun terendam banjir,” cerita pengungsi di Provinsi Hajja itu. Sementara, di ibukota Yaman, Sana’a, banjir merendam toko swalayan, kendaraan, dan fasilitas publik. []


















