Sydney, Gontornews — Sekitar 470 ekor paus pilot terdampar di pantai Australia Barat, Rabu (23/9). Tim penyelamat mencatat lebih dari setengah mamalia laut itu kabarnya telah mati. Paus pilot bersirip panjang pertama kali terlihat di atas pasir Pelabuhan Macquarie, Senin (22/9).
Dalam catatan Reuters, sejauh ini, tim penyalamat berhasil menyelamatkan 25 paus dan mendorong mereka kembali ke laut. Akan tetapi, suhu rendah perairan Tasmania menjadi hambatan tim penyelamat demi menyelamatkan ratusan paus mirip lumba-lumba tersebut.
“Kami tidak berada pada titik untuk melakukan eutanasia. Tetapi, itu selalu ada dalam benak kami,” kata Kris Carlyon, pakar biologi satwa liar lembaga konservasi negara bagian.
Setidaknya 65 tim penyelamat dan sejumlah sukarelawan melakukan penyelamatan terhadap paus pilot. Paus pilot merupakan spesies lumba-lumba yang dapat tumbuh hingga 7 ton dan berat hingga 3 ton.
Dalam prosesnya, tim penyelamat membagi empat hingga lima orang untuk mendorong kembali seekor paus menuju laut. Akan tetapi, suhu rendah perairan Tasmania membuat proses penyelamatan terhambat. Walhasil, tim penyelamat terpaksa menggunakan perahu untuk mendorong paus kembali ke perairan.
“Ini jelas peristiwa besar yang memprihatinkan karena kita berpotensi kehilangan banyak paus karena terdampar,” ungkap Peter Harrison, guru besar Southern Cross University Whale Research Group.
“Seringkali, kita hanya benar-benar melihat mereka ketika fenomena tertentu seperti fenomena terdampar ini. Kami benar-benar membutuhkan lebih banyak investasi dalam penelitian untuk memahami paus ini,” tambah Harrison.
Sebelum terjadi pada 2020, ratusan paus pilot juga pernah terdampar pada 1996. Kala itu, 320 paus pilot terdampar di pantai Australia Barat. Peristiwa serupa juga terjadi pada 2017 saat 600 paus pilot terdampar di sekitar perairan Selandia Baru.[Mohamad Deny Irawan]



















