Kuala Lumpur, Gontornews — Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, mengklaim dirinya mengantongi dua pertiga dukungan parlemen guna menduduki kursi Perdana Menteri. Reuters menjelaskan Anwar hanya membutuhkan audiensi dengan raja untuk meresmikan posisinya sebagai Perdana Menteri.
Dalam sebuah konferensi pers, Anwar mendapatkan dukungan mayoritas anggota parlemen Malaysia. Dengan demikian, pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin hanya bertahan 7 bulan saja. Muhyiddin Yassin menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia setelah menggantikan Mahathir Mohamad yang mundur dari jabatan tersebut.
“Kami memiliki suara mayoritas yang kuat dan tangguh. Saya tidak berbicara tentang empat, lima atau enam kursi saja. Saya berbicara lebih daripada itu,” kata Anwar tanpa menyebutkan angka spesifik. Namun, ia memastikan perolehan suara mayoritas parleman mendekati dua pertiga dari total 222 anggota parlemen.
“Kami membutuhkan pemerintahan yang stabil dan kuat untuk menjalankan dan menyelamatkan negara,” imbuhnya.
Jika Muhyiddin menemui raja terlebih dahulu, ia akan memberikan masukan kepada raja untuk membubarkan parlemen dan mendorong pelaksanaan pemilu nasional.
Klaim Anwar Ibrahim tersebut muncul kurang dari tujuh bulan masa pemerintahan Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri. Pada Maret 2019, Muhyiddin berhasil meraih suara mayoritas parlemen yang dikuasai United Malaysi National Organization (UMNO) untuk duduk sebagai Perdana Menteri Malaysia.
Akan tetapi, Anwar menuduh perebutan kekuasaan Muhyiddin menggunakan pendekatan aliansi alih-alih memperoleh suara mayoritas dari kotak suara. Akibatnya, keterpilihan Muhyiddin memiliki mayoritas tipis sehingga mendorong pemilihan guna memenangkan mandat yang lebih kuat. [Mohamad Deny Irawan]






















