Washington, Gontornews β Bulan ini, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bersama Badan Antariksa Eropa, Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) Amerika Serikat, dan Organisasi Eropa untuk Eksploitasi Satelit Meteorologi (EUMETSAT) akan meluncurkan satelit Sentinel-6 Michael Freilich.
Dilansir dari nasa.gov, satelit itu akan melanjutkan pengukuran ketinggian laut berbasis satelit yang berlangsung selama 28 tahun.
Dengan satelit, penyelidikan yang dilakukan NASA bersama mitra internasional selama beberapa dekade dapat memantau kenaikan permukaan laut dengan akurasi dan presisi tinggi.
Kenaikan permukaan air laut Β merupakan efek dari pemanasan global, karena penyerapan panas dalam jumlah besar yang terperangkap oleh gas rumah kaca di atmosfer bumi.
Beberapa faktor utama yang menjadi penyebab naiknya permukaan air laut di antaranya, melelehnya es di kutub. Dua pertiga kenaikan permukaan laut global disebabkan oleh mencairnya lapisan es dan gletser yang menutupi Antartika dan Greenland.
Selain itu juga disebabkan oleh ekspansi termal. Sebagian besar panas akibat pemanasan global diserap oleh laut, sehingga suhu laut dan udara lebih hangat.
Pada 2014, NASA membentuk Tim Ilmu Perubahan Permukaan Laut untuk mengumpulkan para ahli. Para ilmuwan yang mempelajari setiap ilmu yang berbeda, berkumpul untuk membahas kenaikan permukaan laut sekarang dan di masa depan.
βKami bersatu untuk tujuan besar ini,β kata Nadya Vinogradova Shiffer, manajer program NASA yang mengawasi tim, dikutip dari nasa.gov. [Sabarita Febri]






















