Seoul, Gontornews — Pemerintah Korea Selatan meminta anggota serikat pekerja untuk membatalkan rencana demonstrasi buruh, Rabu (25/11). Himbauan ini terkait dengan peningkatan kasus positif Covid-19 gelombang ketiga yang mulai menyerang kembali Korea Selatan. Pemerintah juga mengingatkan bahwa penindakan akan berlaku bagi para pelanggar aturan jarak sosial.
Sebelumnya, Konfederasi Serikat Buruh Korea (KCTU) mengatakan 200.000 anggota akan melakukan pemogokan kerja. Sementara demonstrasi di Seoul terbatas hanya untuk sembilan orang saja. Hal ini karena pemerintah Korea Selatan telah memberlakukan batas maksimal pertemuan publik tidak lebih dari 10 orang.
βMasih ada risiko tinggi infeksi selama pertemuan dan gerakan sebelum dan sesudah protes,β ungkap Juru bicara Kementerian Kesehatan Korea Selatan, Son Young-rae, dilansir Reuters.
βPenting untuk memastikan kebebasan untuk berkumpul dengan tetap mengikuti aturan demi melindungi kehidupan orang yang saat ini menjadi prioritas utama dalam situasi dimana Covid-19 menyebar dengan cepat,β imbuhnya.
Korea Selatan telah melaporkan sekitar 300 kasus positif Covid-19 baru harian dalam satu pekan terakhir. Fenomena ini lantas membuat pemerintah setempat memberlakukan kembali aturan jarak sosial ketat untuk wilayah Seoul dan sekitarnya.
βMereka mengatakan akan mematuhi pedoman anti virus tetapi (demonstrasi) itu sangat mengkhawatirkan mengingat penyebaran Covid-19 baru-baru ini,β ucap Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Sye-kyun.
Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea melaporkan penambahan 382 kasus baru, Rabu (25/11). Sehingga total kasus infeksi positif Covid-19 di Korea Selatan mencapai 31.735 kasus dengan 513 kematian. [Mohamad Deny Irawan]


















