Kuningan, Gontornews – Bencana banjir bandang terjang Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Senin (22/1) pukul 16.30 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut enam desa di kecamatan Cibingbin seperti Desa Sindangjawa, Cipondok, Sukaharja, Cibingbin, Citenjo dan Dukuhbadag terkena dampak banjir ini.
Sebagian besar warga korban banjir yang berasal dari enam desa tersebut, untuk sementara, ditempatkan di lokasi pengungsian yang sudah disiapkan pemerintah setempat.
BPBD menyebut luapan sungai Cijangekelok sebagai penyebab terjadinya banjir bandang di wilayah Kuningan. Luapan sungai Cijangekelok sendiri terjadi setelah Kuningan diguyur hujan selama 2 hari beruturut-turut.
“Banjir ini disebabkan luapan air sungai Cijangkelok. Air sungai mulai meluap ke pemukiman warga pada Ahad, 22 Januari 2017 sejak pukul 16.30 WIB,” ungkap BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, Senin (23/1).
Belum ada informasi tentang jumlah korban akibat banjir bandang ini. Meski demikian, sejumlah warga memutuskan untuk tetap tinggal di lokasi pengungsian karena khawatir banjir susulan akan terjadi.
“Untuk sementara belum ada korban jiwa, rencananya kami akan membuat posko utama lapangan di balai desa Disinggung, posko taktis di 7 desa dan pendataan dan pembersihan material banjir,” ungkap Agus.
Hingga berita ini diturunkan, banjir di Kuningan berangsur-angsur surut . Sejumlah warga mulai membersihkan lumpur dan sisa genangan air di rumahnya serta menyelamatkan harta benda yang masih mungkin untuk diselamatkan.
Akibat banjir bandang ini, ribuan rumah warga di enam desa di Kecamatan Cibingbin terendam banjir dan aliran listrik masih padam. Sementara itu, warga banjir berharap kepada pemerintah agar memberikan air bersih. Mohamad Deny Irawan























