Bangkok, Gontornews — Media sosial Thailand menuduh imigran Myanmar sebagai penyebab utama penyebaran Covid-19. Mereka bahkan meminta perusahaan yang mempekerjakan imigran Myanmar untuk memblokir mereka dari segala bentuk aktivitas termasuk di kendaraan umum hingga perkantoran.
“Orang Myanmar terstigma karena (dianggap) menularkan Covid-19. Tetapi virusnya tidak mendiskriminasi,” kata Jaringan Perlindungan Tenaga Kerja Thailand, Sompong Srakaew, kepada Reuters.
Dalam pantauannya, Reuters menemukan warganet Thailand kerap menghasut imigran Myanmar dalam laman sosial medianya. Umumnya, para penghasut menyerukan agar pekerja migran yang terinfeksi Covid-19 tidak perlu mendapatkan perawatan hingga menghukum warga negara yang kedapatan membawa imigran Myanmar ke Thailand secara ilegal.
Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-ocha, mengatakan imgran ilegal berada di belakang wabah Covid-19 di Thailand. Meski demikian, Thailand merupakan negara yang mampu mengendalikan penularan virus korona. Laman John Hopkins University menyebutkan Negeri Gajah Putih tersebut hanya melaporkan 5.892 kasus Covid-19 tanpa kasus kematian.
Kelompok pemantau media sosial independen, Social Media Monitoring for Peace, menyayangkan ujaran kebencian yang menyerang imigran Myanmar tersebut. Bagi kelompok tersebut, ujaran kebencian di laman media sosial masyarakat Thailand merupakan bahasa rasis.
“Komentar tersebut termasuk bahasa rasis yang ditujukan untuk memicu diskriminasi dan mempromosikan nasionalisme,” kata Sajjai Liangpunsakul dari kelompok tersebut.
“Kami khawatir diskriminasi online dapat berubah menjadi diskriminasi dan, bahkan, mengarah pada kekerasan dunia maya,” imbuh Liangpunsakul. [Mohamad Deny Irawan]





















