Johannesburg, Gontornews — Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, Senin (28/12), melarang penjualan minuman beralkohol serta memperpanjang jam malam demi mencegah penyebaran Covid-19. Dalam beberapa waktu terakhir, Afrika Selatan mencatatkan lebih dari satu juta kasus menyusul terkonfirmasinya varian baru Covid-19 yang menginfeksi lebih cepat.
Pada senin (28/12), Afrika Selatan mencatatkan 1.004.413 kasus infeksi Covid-19 serta mencatatkan hampir 27.000 kasus kematian. Pada akhir November, kasus harian Covid-19 meningkat pesan antara 10.000 hingga 14.000 kasus setiap hari. Jaringan ilmuwan Afrika Selatan berhasil mengonfirmasi varian baru virus Covid-19, bernama 501.V2, setelah berhasil melacak genetika virus.
Dalam pidatonya, Presiden Cyril Ramaphosa telah memutuskan untuk meningkatkan status pembatasan ke tingkat 3 dari pembatasan tingkat 1 yang ia berlakukan. Aturan ini memungkinkan pemerintah untuk melarang penjualan alkohol secara luas, membatalkan segala bentuk acara, serta memberikan payung hukum untuk mewajibkan setiap warganya menggunakan masker.
Pembatasan ini juga melarang warga untuk mengunjungi taman, pantai, bendungan, sungai, kolam renang dalam area tertutup. Presiden Ramaphosa bahkan telah menambahkan jumlah daftar daerah hot spot yang memungkinkan pemerintah untuk meningkatkan pembatasan ini.
“Kami sekarang harus meratakan kurva untuk melindungi kapasitas sistem perawatan kesehatan kami agar dapat merespon gelombang baru infeksi secara efektif,” kata Ramaphosa kepada Reuters.
“Pembatasan ini mungkin ditinjau dalam beberapa pekan ke depan jika kita melihat penurunan infeksi yang berkelanjutan,” imbuh Ramaphosa.
Sejauh ini, Afrika Selatan mencatat wilayah pusat perdagangan di Gauteng di Western ape dan Eastern Cape merupakan dua provinsi yang terdampak paling terparah. Pun dengan provinsi Limpopo Utara yang juga menjadi wilayah yang paling terdampak Covid-19. [Mohamad Deny Irawan]


















