Kopenhagen, Gontornews — Pemerintah Denmark memutuskan untuk memperpanjang masa penguncian wilayah untuk dua pekan atau hingga 17 Januari 2021 mendatang. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, berdalih bahwa lonjakan kasus positif Covid-19 dalam sebulan terakhir mendasari pengambilan keputusan penguncian wilayah pada Selasa (29/12).
“Situasi mengenai tingkat infeksi, rawat inap, dan kematian saat ini bahkan lebih serius daripada yang terjadi pada musim semi,” kata Mette Frederiksen dalam jumpa pers yang dilansir Reuters.
Perpanjangan masa pembatasan ini akan berdampak pada penutupan kembali sekolah, pusat perbelanjaan, restoran, bar dan toko nonprioritas.
Sejatinya, Denmark merupakan negara Eropa yang berhasil mengendalikan pandemi hingga Desember. Akan tetapi, dalam satu bulan terakhir, angka positif Covid-19 di negara Skandinavia tersebut meningkat dua kali lipat daripada angka positif bulan sebelumnya.
“Skenario yang kami takuti pada musim semi mungkin akan menjadi kenyataan dalam beberapa pekan dan bulan mendatang jika kami tidak bertindak sekarang,” katanya.
Dalam 24 jam terakhir, Denmark telah melaporkan penambahan 2.621 kasus baru infeksi Covid-19. Sementara angka rawat inap bertambah 28 sehingga mencapai rekor rawat inap yaitu 900 bangsal yang hampir mendekati kapasitas maksimum bangsal Covid-19.
Secara total, John Hopkins University mencatat, Denmark mengonfirmasi 159.074 kasus Covid-19 dengan jumlah kematian mencapai 1.226 kasus. [Mohamad Deny Irawan]






















