Kairo, Gontornews — Grand Syeikh Azhar, Syekh Ahmed El-Tayyeb menyeru masyarakat untuk bergabung dalam hari persaudaraan manusia internasional. Ia menghimbau masyarakat untuk bergabung dalam dokumen persaudaraan manusia antar agama dan budaya demi mencapai persaudaraan, kebebasan, kesetaraan dan keadilan.
Selain Tayyeb, hadir pula pemimpin spiritualitas Katolik, Paus Francis dalam pertemuan virtual tersebut. Kedua tokoh agama internasional tersebut memandatangani dokumen persaudaraan manusia untuk perdamaiaan dunia dan hidup bersama yang mereka sepakati 2019 silam.
Resolusi PBB mendeklarasikan 4 Februari sebagai Hari Persaudaraan Manusia Internasional. Agenda ini, oleh PBB, bertujuan untuk mengarusutamakan hidup berdampingan, memerangi diskriminasi, rasisme dan kebencian.
“Ini adalah kemenangan bagi martabat manusia, terlepas dari agama, jenis kemalin, warna kulit atau lokasinya,” kata Tayyeb kepada Ahram Online.
“Saya berkomitmen untuk terus bekerja dengan saudara saya, Paus Fransiskus, dengan saudara saya para sarjana dan simbol agama serta dengan semua orang yang mencintai kebaikan dan perdamaian untuk mewujudkan prinsip dan tujuan persaudaraan manusia,” imbuh Tayyeb.
Setelah pertemuan tersebut, kedua pemimpin agama itu memberikan penghargaan persaudaraan kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Mereka juga memberikan penghargaan serupa kepada Latifah bin Ziaten asal Maroko, ibu dari korban tewas aksi ekstrimisme di Prancis. Kedua tokoh dunia tersebut berharap ekstrimisme atas nama agama dapat dihentikan [Mohamad Deny Irawan]





















