Jakarta, Gontornews–Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) mewujudkan sebuah Klinik Apung yang melayani masyarakat miskin di wilayah perairan laut timur Indonesia. Klinik Apung yang akan melayani layanan kesehatan di Kepulauan Maluku dan Papua ini, diberi nama Klinik Apung Said Tuhuleley.
Dijelaskan Direktur Utama Andar Nubowo pemilihan nama klinik apung dengan nama Said Tuhuleley merupakan penghargaan dari LazisMu, bahwa yang bersangkutan merupakan simbol ‘pejuang kaum marginal’ di lingkungan Muhammadiyah.”Semasa menjadi Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah hingga berpulang pada 9 Juni 2015 lalu, Said gigih menjalankan berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin,” katanya, Selasa (20/12).
Klinik Apung Said Tuhuleley yang digagas oleh LazisMU itu tidak lama lagi akan segera berlayar dan masyarakat Maluku akan segera menikmati layanan kesehatan gratis dari klinik tersebut. Andar Nubowo, Direktur LazisMu bersama Ketua PP Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Thohari pada (22/1) lalu memantau langsung proses pembuatan kapal dengan kapasitas 80 orang tersebut di Cilincing Jakarta Utara.
Dikatakannya progres pembuatan kapal telah mencapai 85 persen. “15 persennya saya kasih deadline awal atau minggu kedua bulan Februari sudah selesai, karena kapal itu nantinya akan dilaunching oleh Presiden Joko Widodo itu tanggal 24 Februari (pada Tanwir Muhammadiyah) karena perjalanan ke Maluku itu kurang lebih tujuh hari dari Jakarta,” paparnya seperti dikutip muhammadiyah.or.id melaporkan.
Ia menjelaskan kapal tersebut nantinya langsung berlayar dari Jakarta menuju Maluku seraya melakukan misi sosial seperti pengobatan gratis, khitanan massal dan bazzar di setiap titik yang dilewati. Andar dan timnya akan menyiapkan tim ekspedisi untuk melaksanakan misi tersebut. “Kita sedang membentuk sebuah tim ekspedisi yang nantinya bertanggungjawab untuk ekspedisi kapal dari Jakarta ke Maluku. Rencananya dalam satu ekspedisi itu ada titik-titik di mana kita berlabuh dan di titik itulah kita akan mengadakan aksi sosial”jelasnya.
Dimulai dari Kepulauan Seribu untuk Jakarta rute yang akan dilewati kapal ini di antaranya Jepara, Probolinggo, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Selayar dan berakhir di Ambon, Maluku. Di setiap titik inilah kapal tersebut akan berlabuh dan melaksanakan peran perdananya. Sementara itu tim Ekspedisi terdiri dari pihak Lazismu, selain itu untuk menyebarluaskan perjalanan tersebut pihaknya juga mengundang jurnalis untuk bergabung dan tentu juga tim kesehatan yang akan membantu pelayanan kesehatan di setiap event yang dilaksanakan.
Masih dalam sumber yang sama Adi Rosadi, Fundraising Manager Lazismu menyampaikan dengan adanya klinik apung ini warga Maluku terutama yang berada di luar jangkauan layanan kesehatan bisa terbantu untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan. “Karena nantinya klinik apung ini akan beroperasi di kawasan terdepan, terluar dan tertinggal sesuai dengan wilayah sasaran program Lazismu dan program tersebut bisa menjadi sarana dakwah Muhammadiyah dalam membentengi aqidah umat,”jelasnya. (Muhammad Khaerul Muttaqien)




















