Jakarta, Gontornews -– PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) secara resmi melakukan kerjasama atau MoU dengan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia dan UNU Jogja hari ini, Kamis (01/4) di Kantor PB NU, Jakarta.
Penandatanganan nota kesepahaman ini disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr KH Said Aqiel Siradj.
Selain Gubernur DKI Jakarta, penandatanganan kerjasama ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) H Mochammad Maksum Mahfoedz, Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT Transjakarta Achmad Izzul Waro, Kadis Pendidikan Provinsi Pemprov DKI Nahdiana, Plt BP BUMD Riyadi dan sejumlah pejabat pemprov lainnya. Hadir pula jajaran pimpinan PB NU, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Jogja dan UNUSIA. Adapun kerjasama ini berisikan tentang Sosialisasi Kolaborasi Tridharma antara Transjakarta dan Perguruan Tinggi.
Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT Transjakarta Achmad Izzul Waro menyatakan sangat menyambut baik kerjasama ini. Hal ini sejalan dengan konsen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, di mana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara khusus meminta Transjakarta untuk mengembangkan serta merevitalisasi prasarana untuk memberikan pelayanan maksimal, salah satunya fasilitas musholla di halte-halte Transjakarta. Hal ini tertuang dalam Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Nomor 29 tentang Penciptaan Layanan Transportasi Terintegrasi Melalui Jak lingko. Adapun dalam rencana aksinya, Transjakarta diharapkan bisa berkolaborasi dengan universitas-universitas tidak hanya di wilayah Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga universitas-universitas di seluruh Indonesia.
“Untuk itu kita berkolaborasi bersama banyak pihak terkait, salah satunya dengan teman-teman dari UNU dan UNUSIA guna memastikan jika halte-halte yang kita bangun ini tidak hanya berfungsi sebagai pelayanan mobilitas warga saja, tetapi bisa menjadi satu bentuk layanan fasilitas ibadah di dalamnya,” ujar Izzul di lokasi acara.
Dengan adanya kerjasama ini tambah Izzul, UNU Jogja dan UNUSIA nantinya akan ikut membantu Transjakarta dalam memberikan masukan serta penelitian terkait desain dari pada musholla itu sendiri. Dalam hal ini, semua musholla di seluruh halte Tarnsjakarta akan dirancang dengan nuansa kultural yang disesuaikan dengan konteks wilayah di mana halte tersebut berada.
“Sehingga pesan-pesan baik akan hadir di halte-halte Transjakarta baik secara elemen desain, informasi hingga nuansa kultural lainnya yang dihadirkan. Inisiatif ini kami namakan Tajjali yang artinya manifestasi makna islam ke ruang public. Semoga menjadi inisiatif yang dapat berjalan dan dijalankan bersama oleh Pemprov, Transjakarta, UNU, beserta PBNU secara umum seiring sejalan membangun makna yang lebih luas bagi masyarakat publik kota Jakarta,” paparnya.
Selanjutnya, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) H. Mochammad Maksum Mahfoedz berharap kerjasama ini selain bisa meningkatkan fasilitas musholla di halte tetapi, juga bisa meningkatkan kualitas pendidikan dari mahasiswa/i di UNUSIA. Harapannya, anak-anak lulusan UNUSIA bisa menjadi bagian dari kemajuan transportasi di Indonesia, khususnya Transjakarta.
“Alhamdulillah. Mengingat hiruk-pikuk kehidupan sosial kemasyarakatan metropolitan yang semakin meriah dan agresif, tentu membutuhkan intensitas pelayanan sosial yang sangat khas metropolis. Tentu perlu pemetaan seksama untuk kemudian bisa melakuakan perancangan pelayanan sosial, social services serta desain memadai,” tuturnya.
Kerjasama ini lanjut Maksum, menjadi tantangan akademik baru bagi UNU Jogja dan UNUSIA untuk melakukan perancangan desain yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini didasari dengan pencermatan berbasis alfikrah dan nahdliyyah, di mana di dalamnya pola pikir moderasi dan toleransinya atas segala pilar HAM di antaranya proteksi terhadap keberagamaan, keselamatan jiwa, kebebasan berpikir, perekonomian dan kebebasan domestik rumahtangga. “Pelayanan aneka-multi itu memang memerlukan partisipasi pemikiran paripurna. Untuk Itulah UNUSIA terpanggil memberikan kontribusinya secara signifikan. Insha Allah,” tutupnya.
Sebagai informasi, saat ini sebanyak 24 halte di 10 koridor utama Transjakarta sudah dilengkapi dengan fasilitas musholla. Ke depannya fasilitas ini akan terus dikembangkan di halte-halte lainnya. Harapannya, agar pelanggan yang masih dalam perjalanan bisa tetap melaksanakan ibadah bersama Transjakarta, terlebih akan memasuki bulan suci Ramadan.
Di luar itu, Transjakarta juga tetap menghimbau masyarakat untuk tetap dirumah namun, jika harus meninggalkan rumah karena terpaksa selalu pastikan untuk menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Simak selalu media sosial resmi kami di Twitter : @PT_Transjakarta dan Instagram : @pt_transjakarta untuk mendapatkan informasi resmi mengenai informasi terkait layanan terkini kami dan gunakan selalu aplikasi TIJEKU untuk mempermudah perjalanan anda menggunakan Transjakarta.[DJ]






















