Zurich, Gontornews — Badan Kesehatan Dunia, WHO, Rabu (31/3/2021), mengeluarkan rekomendasi untuk tidak menggunakan ivermectin bagi pasien Covid-19. WHO menyebut belum ada data yang menunjukkan bahwa ivermectin memiliki manfaat bagi pasien Covid-19. Namun, WHO tetap mengizinkan penggunaan invermectin bagi pasien Covid-19 dalam rangka uji klinis.
Rekomendasi WHO ini juga merujuk rekomendasi regulator obat Uni Eropa, European Medicines Agency (EMA) tentang ivermectin pekan lalu. Senada dengan EMA, Badan pengawas obat AS, Food and Drug Administration (FDA), tidak merekomendasikan penggunaan ivermectin bagi pasien Covid-19.
Pada Mei tahun lalu, pemerintah kota Trinidad, Bolivia meluncurkan kampanye penggunaan ivermectin untuk memerangi virus korona. Kementerian Kesehatan negara-negara Amerika Selatan mengatakan tidak memiliki bukti bahwa obat tersebut berguna untuk memerangi Covid-19.
Situs alodokter menjelaskan bahwa ivermectin merupakan obat yang berfungsi untuk mengobati infeksi akibat cacing. Ivermectin bekerja dengan cara mencegah cacing dewasa bereproduksi dan membunuh larva cacing di dalam tubuh penderita.
“Ini berlaku bagi pasien Covid-19 dari semua tingkat keparahan penyakit,” ungkap pejabat tinggi WHO untuk tanggapan perawatan klinis, Janet Diaz.
“Berdasarkan pada bukti kepastian yang sangat rendah (bahwa ivermectin membantu),” imbuhnya kepada Reuters.
Sama dengan obat malaria, hydroxychloroquine, yang digadang-gadang sebagai obat Covid-19, WHO tidak menemukan manfaat ivermectin dalam memerangi Covid-19.
“Tentunya, kami membutuhkan lebih banyak data untuk membuat keputusan yang tepat,” kata Bram Rochwerg dari Universias McMaster Kanada sekaligus ketua panel WHO peninjau ivermectin.
Secara global, ada 66 uji coba yang melibatkan 60.000 peserta.
“Kami berjuang melawan penggunaan berlebihan dari terapi yang tidak terbukti ini di berbagai belahan dunia tanpa bukti kemanjuran,” kata Diaz.
“Ada lebih banyak bahaya daripada kebaikan,” sambung Diaz menutup. [Mohamad Deny Irawan]


















