Kairo, Gontornews — Hamada Al-Sawy, jaksa penuntut umum Mesir, telah memerintahkan penangkapan 23 terdakwa yang terlibat dalam kecelakaan kereta api hari Ahad (18/8) di Toukh, yang menewaskan 23 orang dan melukai 139 orang.
Mereka yang ditangkap antara lain kondektur kereta api, asistennya, pengawas perawatan kereta api di daerah tempat kecelakaan itu terjadi, direktur umum renovasi rel, direktur umum pemeliharaan, insinyur mesin, dan sekelompok pekerja dan teknisi yang berspesialisasi dalam pemeliharaan kendaraan kereta api.
Al-Sawy juga memerintahkan penangkapan direktur departemen teknik perkeretaapian di wilayah lokasi kecelakaan, serta seorang insinyur lainnya. Mereka menghadapi tuduhan kelalaian dan kegagalan mematuhi hukum dan peraturan saat melakukan pekerjaan mereka.
Jaksa penuntut umum menilai ada kelalaian dalam perawatan kereta, serta pemalsuan dokumen resmi. Mereka menanyai 29 pejabat Otoritas Kereta Api Mesir, mendengarkan kesaksian 104 orang yang terluka dalam kecelakaan itu dan mengizinkan penguburan jenazah yang telah diidentifikasi.
Kejaksaan juga membentuk panitia teknis spesialis, termasuk pejabat dari Otoritas Teknik TNI, untuk melakukan berbagai pemeriksaan guna mengetahui penyebab kecelakaan yang terjadi pada pukul 14.05 waktu setempat. Panitia bertugas memeriksa kereta api beserta perangkat keselamatan dan keamanannya, memeriksa keabsahan jalur kereta api di lokasi kecelakaan dan perangkat yang digunakan di ruang kontrol serta mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab, baik langsung maupun tidak langsung, atas kecelakaan tersebut.
Kereta Kairo-Mansoura No. 949 telah meninggalkan Kairo pada pukul 1:20 siang dan dijadwalkan tiba di Mansoura pada pukul 5 sore. []


















