Aljir, Gontornews — Presiden Aljazair, Abdelmajid Tebboune, Kamis (24/6/2021), menerima pengunduran diri Perdana Menteri Abdelaziz Djerad untuk membuka pintu bagi pembentukan pemerintahan baru pasca-hasil pemilihan parlemen. Meski demikian, Abdelaziz Djerad tetap menjabat sebagai Perdana Menteri sementara sampai kabinet baru terbentuk.
Pengunduran diri Perdana Menteri Abdelaziz Djerad terjadi menyusul Presiden Dewan Konstitusi Aljazair, Kamel Feniche, yang mengumumkan hasil akhir pemilihan parlemen 12 Juni lalu. Berdasarkan konstitusi, sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Presiden Aljazair akan berkonsultasi dengan partai pemenang untuk menentukan calon perdana meneri baru setelah menerima pengunduran diri pemerintah.
Pada pemilihan umum parlemen kali ini, partai Front de liberation nationale (FLN), keluar sebagai pemenang. Mereka berhasil meraih 98 dari 407 kursi yang diperebutkan. Meskipun menang, FLN tidak menang secara mutlak.
Beberapa partai seperti Mouvement de la Societe pour la Paix misalnya memperoleh 65 kursi, partai Rassemblement pour la Culture et la Democratie memperoleh 58 kursi. Sementara itu, partai el-moustakbal meraih 48 kursi, National Construction Movement meraih 39 kursi dan partai Front pour la Justice et le Developpement meraih 2 kursi.
Dengan hasil tersebut, setidaknya 3 partai perlu berkoalisi untuk menjadi mayoritas parlemen. Untuk menjadi mayoritas, setidaknya memerlukan 204 kursi parlemen.
Pemerintah Aljazair berharap partai Mouvement de la Societe pour la Paix, partai-partai pemenang dan independen untuk mengumumkan dukungan mereka. Dengan masuknya ketiga partai tersebut, Presiden berharap pembentukan pemerintahan presidensial dapat segera terbentuk. Selanjutnya, mereka akan menunjuk Perdana Menteri yang mampu merealisasikan kebijakan Presiden Aljazair. [Mohamad Deny Irawan]





















