Jakarta, Gontornews – Banjir yang melanda Jakarta Selasa (21/2) dini hari membuat sebagian besar aktivitas masyarakat terhambat. Tidak hanya moda transportasi roda dua saja yang terhalang, perjalanan kereta listrik bahkan sempat mengalami keterlambatan
“Perjalanan kereta tadi pagi terhambat. Perjalanan yang biasanya hanya 30 menit, satu jam baru sampai tujuan,” ungkap Anshoriyah Rohman, penumpang asal Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan kepada Gontornews.
“Setiap stasiun ketahan hampir 10 menitan,” tambahnya.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sapto Purwo Nugroho menyebut tidak dibenahinya tata kota sebagai penyebab banjir ibukota.
“Citra satelit Jabodetabek 1990-2016. Banjir Jakarta tidak dapat diatasi jika tata ruang tidak dibenahi. Kendalikan tata ruang. @jokowi,“ Kata Sutopo dalam akun twitternya @Sutopo_BNPB, Selasa (21/2).
Sempat beredar info bahwa BNPB tidak menyampaikan data informasi terkait laporan banjir di DKI Jakarta. Seorang netizen pemilik akun @irwank2k2 mempertanyakan terlambatnya informasi publik terkait banjir di Jakarta.
“Kenapa BNPB pusat minta data saja sulit dipenuhi? Apalagi pihak lain seperti publik? Ada yg mau tutupi info? Untuk apa?” kata akun@irwank2k2.
Terkait hal ini, BNPB membantah hal tersebut. Menurutnya, dampak dan penanganan banjir dari BPBD DKI telah dikirim ke BNPB dan media sosial.
“Semua data banjir, dampak dan penanganan banjir Jakarta dari BPBD DKI telah dikirimkan ke BNPB dan medsos. Data akan terus diupdate,” tambah Sapto.
“Sudah dapat semua datanya. Akan diperbaiki sistem pelaporannya. Data dari BPBD DKI sudah dikirimkan ke BNPB,” pungkas Sapto. [Mohamad Deny Irawan/Rus]

















