Kabul, Gontornews — Direktur Jenderal badan kesehatan dunia, WHO, melakukan pertemuan dengan pemimpin Taliban di Kabul, Afghanistan. Dalam pertemuan tersebut, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mendukung negara tersebut untuk terus mengupayakan pencairan aset serta memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang meningkat.
“Penundaan bantuan kemanusiaan dan penciptaan penghalang merusak status dan reputasi masyarakat internasional,” ungkap pejabat Kementerian Luar Negeri Taliban, Amir Khan Mutaqi, sebagaimana dilansir Anadolu.
“Sanksi dan munculnya tekanan menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan internasional berada di tangan beberapa orang yang kuat,” sambung Amir.
Selain bertemu Amir Khan Mutaqi, Tedros juga bertemu dengan kepala menteri kabinet Taliban, Mohammad Hassan Akhund dan wakilnya pada Senin (20/9/2021). Dalam pertemuan itu, keduanya membahas seputar gambaran umum situasi Afghanistan terkini.
Kantor berita Afghanistan, Bakhtar, mengatakan kedatangan Tedros merupakan dukungan WHO yang juga terus mengusahakan peningkatan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan.
“Pemerintah sebelumnya koruptif. Tetapi komunitas internasoinal membantunya secara ekstensif. Sekarang, setelah sistem Imarah Islam ada dan bebas korupsi, masyarakat internasional perlu memberikan lebih banyak bantuan,” kata Akhund kepada WHO.
Para pemimpin Taliban telah berjanji untuk menghilangkan segala bentuk hambatan untuk membantu, melindungi pekerja kemanusiaan serta menjaga kantor bantuan.
Kantor PBB untuk koordinasi urusan kemanusiaan, OCHA, mengatakan Afghanistan berisiko memiliki jumlah warga dengan tingkat darurat kelaparan tertinggi kedua di dunia. Dalam catatannya, OCHA menjabarkan ada 5,5 juta anak yang beriiko mengalami kelaparan pada paruh kedua tahun ini. [Mohamad Deny Irawan]





















