Jenewa, Gontornews — Badan kesehatan dunia, WHO, Senin (6/12/2021), menyarankan dunia untuk tidak lagi menggunakan plasma darah sebagai terapi bagi pasien Covid-19. WHO menganggap bahwa plasma darah dari pasien yang telah pulih dari Covid-19 terbukti tidak meningkatkan kelangsungan hidup atau mengurangi kebutuhan penggunaan ventilator.
Sejumlah hipotesis menjelaskan bahwa antibodi yang terkandung dari plasma darah penyintas Covid-19 mampu menetralkan virus korona baru, menghentikannya bereplikasi hingga menghentikan kerusakan jaringan.
Namun, beberapa penelitian yang menguji plasma darah konvalesen justru tidak menunjukkan manfaat nyata untuk merawat pasien Covid-19 bergejala parah. Uji coba yang berbasis di Amerika Serikat menemukan bahwa plasma darah tidak mungkin membantu pasien Covid-19 dengan gejala ringan ataupun sedang.
WHO menegaskan, sebagaimana dilansir Reuters, bahwa terapi plasma konvalesen terhitung mahal dan memakawan waktu yang cukup lama. Sebuah panel ahli internasional membuat rekomendasi kuat terhadap penggunaan plasma konvalesen pada pasien Covid-19 dengan gejala tidak parah. Panel tersebut lantas tidak menyarankan untuk tidak menggunakan plasma pada pasien dengan gejala parah atau kritis kecuali dalam konteks uji coba terkontrol secara acak.
Rekomendasi ini muncul dalam jurnal medis internasional British Medical Journal yang berdasar pada hasil 16 uji coba yang melibatkan 16.236 pasien Covid-19 dengan gejala ringan, sedang dan berat. [Mohamad Deny Irawan]























