Maluku Barat Daya, Gontornews — Aksi Cepat Tanggap Ambon melaporkan korban gempa Maluku Barat Daya membutuhkan bantuan mendesak. Saat ini, sebanyak 21 kepala keluarga terdampak, mereka tidur dan beribadah di luar rumah dan Lokasi terdampak ini cukup jauh dan akses yang sulit.
“Rumah mereka telah rusak akibat gempa 5,6 mengguncang Damer. Belum ada bantuan ke lokasi terdampak, padahal korban membutuhkan bantuan mendesak,” ujar Wahab Loilatu dari tim ACT Ambon dilansir dari laman ACTNews Selasa (14/12).
Wahab melanjutkan, korban sangat membutuhkan bantuan berupa terpal untuk dijadikan tenda sementara, selimut, dan tikar. Kebutuhan pangan juga sangat diperlukan karena aktivitas mereka terganggu akibat gempa tersebut.
“Jarak dari Kota Ambon ke lokasi sangat jauh. Hanya bisa dijangkau dengan transportasi udara dan laut. Jadwal penerbangan dua kali sepekan dan kapal satu kali dalam sepekan. Biaya transportasi sangat mahal,” pungkas Wahab.[]
Gempa bermagnitudo 5,6 mengguncang Maluku Barat Daya pada Sabtu (11/12/2021) malam lalu. Melalui keterangan di situs resminya, BMKG melaporkan bahwa lokasi gempa berada di 163 kilometer di timur laut Maluku Barat Daya. Pusat gempa itu terletak di 6,98 Lintang Selatan dan 128,68 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa dirasakan warga di Desa Lilih, Desa Bebar Timur, dan Desa Bebar Barat, Kecamatan Damer Kabupaten Maluku Barat Daya. BPBD Maluku Barat Daya menjelaskan akibat gempa tersebut sebanyak 13 unit rumah rusak berat, 6 rumah rusak sedang, satu unit gereja rusak sedang, dan satu unit balai dusun rusak sedang.


















