Stockholm, Gontornews — Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), mengonfirmasi peningkatan kasus infeksi virus influenza di Eropa. Peningkatan kasus influenza yang sangat cepat pada musim dingin kali ini meningkatkan kekhawatiran warga tentang ancaman ‘twindemic’ atau dua pandemi dalam satu waktu, virus Covid-19 dan influenza.
Dalam catatan Europe Union (EU) tahun 2021, mayoritas negara-negara Eropa telah memberlakukan penguncian, penggunaan masker, dan aturan jarak sosial selama pandemi Covid-19. Upaya tersebut sejalan dengan turunnya kasus infeksi virus influenza dalam periode yang sama.
Namun, pada musim dingin 2022, situasi tersebut berubah. Sejak pertengahan Desember, virus influenza telah beredar di Eropa pada tingkat yang lebih tinggi dari perkiraan. Jumlah kasus flu di unit perawatan intensif Eropa meningkat hingga 43 kasus pada pekan terakhir tahun lalu.
Meski demikian, ECDC mencatat bahwa puncak infeksi influenza terjadi pada tahun 2018 saat lebih dari 400 pasien influenza mendapatkan perawatan intensif di ICU.
“Jika kita mulai mencabut semua tindakan, kekhawatiran besar yang saya miliki untuk influenza adalah mungkin kita akan beralih pada pola musiman yang normal,” ucap pakar utama influenza ECDC, Pasi Penttinen, sebagaimana dilansir REuters.
Penttinen menjelaskan bahwa pembatalan langkah-langkah pembatasan di musim semi dapat memperpanjang sirkulasi flu melampaui akhir normal musim Eropa pada Mei. ‘Twindemic’ tentu saja berisiko membuat sistem kesehatan di negara-negara Eropa kewalahan.
Kementerian Kesehatan Prancis, misalnya, melaporkan bahwa tiga wilayahnya sedang menghadapi epidemi flu. Prancis telah mencatat 72 kasus influenza dengan enam kematian. [Mohamad Deny Irawan]




















