Jakarta, Gontornews —Β Ippo Santosa seorang pengusaha dan motivator nasional menyerukan semangat berwirausaha di hadapan ribuan Komunitas One Day One Juz di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Ippo lantas memotivasi peserta, “Kita ini dianjurkan untuk kuat finansial.” Caranya bisa bermacam, bisa lewat pernikahan, pertemanan, warisan, serta perniagaan. Sedangkan perniagaan ini adalah cara yang paling pasti dalam menguatkan finansial kita.
Nabi, istrinya, ayahnya, pamannya, empat khalifah, delapan dari sepuluh orang dijamin masuk surga adalah pebisnis. Kemudian imam-imam besar seperti Imam Hanafi, wali songo pertama (Maulana Maghribi, dan masih banyak lagi ulama besar lainnya juga pebisnis.
Bahkan Islam pertama masuk Indonesia itu melalui bisnis di Sumatera Utara, Tapanuli.Β “Artinya, dakwah dan dagang itu jalannya bareng,” ungkap pria kelahiran Pekanbaru, Riau itu.
Jika kita tidak berdagang, kita akan lemah secara finansial, demikian sebaliknya. Agama kita, Islam, identik dengan bisnis. “Sekarang kita tertinggal jauh luar biasa, hanya satu persen dari kita yang menjadi pengusaha,” tekan, penulis buku mega-bestseller yang memenangkan penghargaan MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia).
Ippo pun menyarankan bahwa jika kita mau bisnis, maka tidak harus produksi, bikin aja yang mudah. “Saran saya kalau teman mau berdagang tidak harus produksi,” pesannya. Jika orang bikin baju, sambung Ippo, kita jual bajunya, tidak perlu bikin bajunya.
Itu cara paling sederhana dan cepat, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW. Boleh bikin, tapi tidak harus, karena produksi itu biayanya tinggi. Jadi kalau ada yang mau bisnis, mulailah dari menjual.
Sebelum mengeluarkan jurus motivasinya, terlebih dahulu Ippo mengajak seluruh peserta untuk berdiri dan memijit teman di depannya sambil mendoakan. Kepada Gontornews.com Ippo kemudian menuntun peserta untuk berdoa, “Sehat, sehat jasmani, sehat rohani, kaya hati, kaya properti,teman di sana-sini, jadi pribadi yang mandiri, bisa umrah dan haji, berkah berlimpah, husnul khatimah, ngumpul bersama Rasulullah.” Suasana pun seketika berubah menjadi ramai dipenuhi dengan senyum dan tawa para peserta. [Edithya Miranti]






















