New York, Gontornews — Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, Kamis (17/11/2022), mengatakan bahwa kesepakatan untuk memfasilitasi ekspor hasil pertanian Ukraina melalui Laut Hitam telah diperpanjang selama 120 hari ke depan.
Sebelum diperpanjang, kesepakatan tersebut berhasil menciptakan koridor transit di laut serta mengurangi krisis pangan global dari tiga pelabuhan di Ukraina.
“Saya menyambut baik kesepakatan semua pihak untuk melanjutkan inisiatif biji-bijian Laut Hitam untuk memfasilitasi navigasi yang aman atas ekspor biji-bijian, bahan makanan dan pupuk dari Ukraina,” kata Guterres sebagaimana dilansir Reuters.
Guterres mengatakan PBB berkomitmen penuh untuk menghilangkan hambatan yang tersisa untuk mengekspor makanan dan pupuk dari Rusia.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengonfirmasi perpanjangan kesepakatan ekspor biji-bijian di Laut Hitam selama 120 hari mulai Jumat 18 November.
Sementara itu, Rusia belum mengizinkan ekspor amonia melalui pipa di Laut Hitam. Namun, mereka akan tetap berupaya untuk melanjutkan ekspor tersebut mengingat amonia merupakan bahan terpenting dalam pembuatan pupuk.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, pada September lalu, bahwa ia hanya akan mendukung gagasan untuk mengekspor amonia asal Rusia jika pemerintah federal mengembalikan tawanan perang.
“Perubahan inisiatif biji-bijian Laut Hitam adalah kabar baik bagi ketahanan pangan global dan bagi negara berkembang,” kata Rebeca Grynspan, Sekretaris Jenderal Konferensi PBB tentang perdagangan dan pembangunan.
“Pemecahan krisis pupuk harus datang selanjutnya,” sambung Rebeca. [Mohamad Deny Irawan]






















