Istanbul, Gontornews — Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan pada hari Rabu (23/11) bahwa militer Turki telah mencapai hampir 500 sasaran Kurdi di Irak dan Suriah sebagai bagian dari serangkaian serangan udara.
“Sejauh ini 471 sasaran telah diserang dan 254 teroris berhasil dilumpuhkan dalam operasi tersebut,” kata Akar seperti dikutip oleh kantor berita resmi Anadolu dan dirilis Arabnews.com.
Turki memulai serangkaian serangan udara sebagai bagian dari Operasi Pedang Cakar (Claw-Sword) pada hari Ahad.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa mengancam akan meluncurkan operasi darat ke Suriah “dengan tank dan tentara” yang bertentangan dengan tekanan internasional untuk tidak melakukannya.
Serangan udara Turki menyusul pengeboman di Istanbul pada 13 November yang menewaskan enam orang dan melukai 81 orang.
Turki menyalahkan serangan itu pada Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang dimasukkan dalam daftar hitam sebagai kelompok teror oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat.
PKK, yang telah melancarkan pemberontakan terhadap Turki sejak 1984, membantah berperan dalam pengeboman ituβyang paling mematikan dalam lima tahun setelah serentetan serangan di Turki antara 2015 dan 2017.[]























