pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 17 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Menganalisis Konsep Mujahadah Menurut Pemikiran Tasawuf Ibn Khaldun

Dr Hj Fadillah Ulfa Lc MA

Edithya Miranti by Edithya Miranti
10 December 2022
in Risalah
0
Menganalisis Konsep Mujahadah Menurut Pemikiran Tasawuf Ibn Khaldun

Kuala Lumpur, Gontornews — Mujahadah merupakan asas terpenting dalam tarekat tasawuf yang menjadi tolak ukur kejayaan ahli sufi dalam perjalanan menuju Allah SWT.

Secara umum tasawuf Islam merupakan falfasah rohani yang bersumber daripada kitab Allah SWT dan syariat-Nya dengan berpandukan kepada kehidupan baginda Rasulullah SAW dan sunnahnya. Prinsip dasar dari falsafah rohani keislaman ini ialah takhalluq (akhlak) dan tadhawwuq (rasa).

Di antara para ulama yang memberikan perhatian besar dalam pembahasan tasawuf dan mempelajarinya secara mendalam, teliti, juga kritis ialah Ibn Khaldun. Berdasarkan pemikiran tasawufnya Ibn Khaldun kemudian memaparkan konsep mujahadah melalui karya bukunya Shifā’al-Sā’il wa Tahdhīb al-Masā’il.

Dr Hj Fadillah Ulfa Lc MA dalam disertasinya yang berjudul, “Konsep Mujahadah Menurut Pemikiran Tasawuf Ibn Khaldun dalam Karya Shifā’al-Sā’il wa Tahdhīb al-Masā’il”, menyebutkan bahwa ada beberapa hasil analisa konsep mujahadah yang dijabarkan Ibn Khaldun.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Pertama, melalui konsep mujahadah yang dikemukakan, Ibn Khaldun mencoba memberikan takrif tasawuf secara komprehensif, yang lebih dekat kepada makna yang diberikan oleh ulama tasawuf. Ia menerangkan bahwa tasawuf itu awalnya ialah ilmu fiqih batin yang kemudian beralih kepada ilmu mukashafah.

Kedua, pandangan Ibn Khaldun tentang takrif tasawuf, selaras dengan pandangan ahli sufi pada umumnya. Hal yang berbeda, takrif tasawuf dijelaskannya melalui pendekatan sejarah, dimana tasawuf dibagi kepada tiga peringkat, takwa (fiqih warak), istiqamah, dan kasyaf.

Ketiga, pandangan Ibn Khaldun tentang sejarah dan perkembangan tasawuf selaras dengan ulama sebelumnya. Ia bermula daripada sikap zuhud dan warak, seiring dengan perkembangan zaman ia beralih kepada nama dan manhaj khusus.

Hal berbeda, ia mengaitkan sejarah dan perkembangan tasawuf dengan konsep makrifah dan mujahadah. “Kepakaran Ibn Khaldun di bidang tasawuf dan keseriusannya dalam mengutip pandangan ulama terdahulu, menjadikan Ibn Khaldun layaknya sejarahwan tasawuf,” jelas Dr Fadillah.

Keempat, secara umum, dalam membincangkan ketiga konsep mujahadah, syarat ,dan kesannya, pandangan Ibn Khaldun selaras dengan pandangan tokoh sufi sebelumnya. Hal yang berbeda ialah dalam pembahasan konsep mujahadah, Ibn Khaldun mengaitkan semua mujahadah secara sistematik sesuai dengan tahap yang dijalani oleh para ahli sufi.

Selain itu, tambah doktor asal Palembang ini, dalam konsep mujahadahnya juga Ibn Khaldun membagi mujahadah dalam tiga kategori mengikut hasil yang dicapai dalam mujahadah. Pertama, mujahadah takwa khusus orang awam, karena hasil yang dicapai hanya terbatas kepada keselamatan.

Kedua, mujahadah istiqamah untuk orang khusus, karena hasil yang dicapai derajat tertinggi yaitu para siddiqin. Ketiga, mujahadah kasyaf, mujahadah ini untuk orang-orang tertentu yang menurutnya adalah mujahadah yang berbahaya. Dan ulama tasawuf melarang pembahasan mendalam tentang perkara itu.

Kelima, adapun berkenaan dengan hukum mujahadah. Menurut Ibn Khaldun mujahadah pertama ahli sufi tidak membawa hal baru. Untuk itu mujahadah takwa dan warak yang diartikan sebagai mengikuti perintah Allah SWT dan mejahui larangan-Nya menjadi satu kewajiban bagi setiap Muslim.

Sedangkan mujahadah kedua, karena hasil dicapai lebih khusus, maka ia menjadi satu kewajiban bagi para nabi, dan amalan anjuran bagi umat. Adapun mujahadah ketiga yang menjadikan kasyaf dan tersingkapnya tirai ghaib menjadi tujuan dengan memaksakan diri hidup sengsara, ia merupakan perkara bid’ah yang dibuat-buat dan jelas dilarang dalam dalil al-Qur’an dan al-Hadith.

Keenam, Ibn Khaldun membagikan tasawuf selaras dengan konsep mujahadahnya menjadi dua. Pertama, ilmu muamalah yaitu ilmu tentang mujahadah, merupakan ilmu yang dapat dipelajari. Kedua, ilmu mukashafah yang menjadi hasil daripada mujahadah.

Ketujuh, Ibn Khaldun mengkritik pandangan tokoh sufi muta’akhirin yang membincangkan terperinci tentang ilmu mukashafah ini, dan menegaskan bahwa apa yang mereka bincangkan dan tuliskan dalam karya  mereka jauh dari akal sehat dan tidak memiliki dalil daripada syariat.

Namun, dalam kitab Muqaddimah, meskipun ia mengkritik dan menolak ajaran tasawuf mereka, tapi kritik dan penolakannya tidak diberikan secara keseluruhan seperti mana dalam kitab Shifā.

Dalam beberapa persoalan, ia justru memberikan pembelaan terhadap ajaran dari kumpulan sufi ini. Perubahan sikap Ibn Khaldun tersebut diyakini lebih kepada perubahan dan perkembangan cara berfikir Ibn Khaldun dalam memandang tasawuf, selain bahwa dua kitab itu ditulis pada masa yang berbeda.

Kedelapan, adapun peranan syeikh dalam mujahadah sufi, Ibn Khaldun menjelaskan selaras dengan konsep mujahadah. Mujahadah takwa, karena ia fardu ain, maka kehadiran syeikh hanya sebagai penyempurna dan tidak wajib.

Mujahadah istiqamah, kehadiran syeikh dianjurkan, meski tidak sampai diwajibkan. Mujahadah kasyaf, kehadiran syeikh diwajibkan, bahkan ditegaskan beberapa alasan dibalik pentingnya bimbingan kepada syeikh dalam mujahadah ini.

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa konsep mujahadah yang dikemukakan oleh Ibn Khaldun berasaskan kepada al-Qur’an dan sunnah, berpegang teguh kepada adab syariat, serta mengikut pandangan ulama tasawuf sebelumnya yang juga berpandukan kepada syariat dalam menjelaskan konsep mujahadahnya.

Selain itu, pada konsep mujahadah Ibn Khaldun juga dapat dilihat sikap adilnya dalam memandang tasawuf. Sebagaimana ia menyokong sepenuhnya tasawuf yang dibawa oleh para ulama periode awal yang dibuktikan dengan kehidupan zuhud, warak, takwa, dan istiqamah.

Memberikan pembelaannya kepada istilah-istilah tasawuf yang dihukumi batil oleh ahli fikih, selama semua perkara itu tidak menyalahi syariat dan tidak diberitakan kepada orang awam. Di sisi lain, ia secara tegas menolak tasawuf yang dibawa tokoh sufi muta’akhirin yang menyibukkan diri dengan ilmu mukashafah serta menafsirkannya dengan ungkapan-ungkapan yang tidak selaras dengan syariat.

Di sini juga dapat disimpulkan bahwa pandangan tasawuf Ibn Khaldun selaras dengan aliran kalam ‘Asha’irah yang bertentangan dengan manhaj Muktazilah dan falsafah yang cenderung kepada akal.

Pandangan tasawufnya juga selaras dengan ulama sufi sunni yang berpandukan kepada al-Qur’an dan sunnah, menjauhkan diri unsur bid’ah, khurafat, serta kebatilan yang menyalahi syariat.

Hasil kajian ini juga menjawab dakwaan yang beranggapan bahwa Ibn Khaldun memusuhi tasawuf dan menolak ajaran tasawuf. Sekaligus menegaskan bahwa Ibn Khaldun dalam menjelaskan pemikiran tasawufnya, tidak hanya mengutip pandangan ulama sufi sebelumnya, melainkan ia juga telah memberikan ide-ide baru, khususnya berkaitan dengan konsep mujahadah ahli sufi.

Pada pembahasan tentang kedudukan syeikh dalam mujahadah ahli sufi, Ibn Khaldun bersikap adil. Ia menyokong pandangan tentang perlunya keberadaan syeikh dalam mujahadah ahli sufi. Pada sisi lain ia juga menyokong pandangan bahwa tasawuf dapat diamalkan tanpa kehadiran seorang syeikh.

“Hasil kajian ini juga menolak dakwaan pendapat yang berpandangan bahwa tarekat sufi hanya boleh dipratikkan orang-orang khusus dan proses penyucian nafs hanya boleh dijalankan ahli sufi dengan berpandukan kepada syeikh,” tutup aktifis dakwah di berbagai kajian dan kelas Tadabbur al-Qur’an tersebut. [Edithya Miranti]

 Biodata Penulis

Nama                          : Dr Hj Fadillah Ulfa Lc MA

Tempat Tanggal Lahir : Palembang, 26 November 1980

Alumni                         : Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1999 awal

Suami                          : Dr Ismail Jalili MA

Pendidikan                  :

  1. S1, Akidah dan Filsafat, Ushuludin, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, 2005.
  2. S2, Akidah dan Pemikiran Islam, Ushuludin, Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, 2012.
  3. S3, Akidah dan Pemikiran Islam, Ushuludin, Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, 2021.

Karya Tulis                  :

  1. Nikmatnya Tobat-Khusus Buat Muslimah, terbitan Semesta Hikmah Publishing Yogyakarta, Indonesia, 2020.
  2. Dakwah Bukti Cinta kepada Allah Ta’ala, terbitan Noer Fikri, Palembang, Indonesia, 2017.
  3. Butiran Mutiara Al-Fatihah, terbitan Noer Fikri, Palembang, 2016.
  4. Amalan Sepanjang Tahun; Meraih Pahala di Bulan-bulan Hijriyyah, Tinta Medina, Solo, Indonesia.
  5. Mengapa Allah Menciptakan Iblis dan Syaitan, terbitan Mutiara Media, Yogyakarta, 2011. []
Tags: Dr Hj Fadillah Ulfa Lc MAMenganalisis Konsep Mujahadah Menurut Pemikiran Tasawuf Ibn Khaldun
Share238Tweet149Send
Previous Post

Perkembangan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an

Next Post

Komunikasi Efektif Bagi Pasangan

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

12 October 2026
UNIDA Gontor Gelar Ramadhan Ceria di Dusun Ngetrep

Internalisasi Keimanan Anak Usia Sekolah Dasar: Sinergi Pembinaan Keluarga dan Lingkungan Sosial

16 October 2026
Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

13 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

16 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

0
Mendesak Regulasi Pengatur Media Sosial

Menjaga Iman Anak di Tengah Gempuran Gawai

0
UNIDA Gontor Gelar Ramadhan Ceria di Dusun Ngetrep

Internalisasi Keimanan Anak Usia Sekolah Dasar: Sinergi Pembinaan Keluarga dan Lingkungan Sosial

0
Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

0
Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

0
Mendesak Regulasi Pengatur Media Sosial

Menjaga Iman Anak di Tengah Gempuran Gawai

16 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

16 October 2026
UNIDA Gontor Gelar Ramadhan Ceria di Dusun Ngetrep

Internalisasi Keimanan Anak Usia Sekolah Dasar: Sinergi Pembinaan Keluarga dan Lingkungan Sosial

16 October 2026
Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

15 October 2026
Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

15 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result