pesanan-majalah-edisi-khusus
30 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 27 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Menganalisis Konsep Mujahadah Menurut Pemikiran Tasawuf Ibn Khaldun

Dr Hj Fadillah Ulfa Lc MA

Edithya Miranti by Edithya Miranti
10 December 2022
in Risalah
0
Menganalisis Konsep Mujahadah Menurut Pemikiran Tasawuf Ibn Khaldun

Kuala Lumpur, Gontornews — Mujahadah merupakan asas terpenting dalam tarekat tasawuf yang menjadi tolak ukur kejayaan ahli sufi dalam perjalanan menuju Allah SWT.

Secara umum tasawuf Islam merupakan falfasah rohani yang bersumber daripada kitab Allah SWT dan syariat-Nya dengan berpandukan kepada kehidupan baginda Rasulullah SAW dan sunnahnya. Prinsip dasar dari falsafah rohani keislaman ini ialah takhalluq (akhlak) dan tadhawwuq (rasa).

Di antara para ulama yang memberikan perhatian besar dalam pembahasan tasawuf dan mempelajarinya secara mendalam, teliti, juga kritis ialah Ibn Khaldun. Berdasarkan pemikiran tasawufnya Ibn Khaldun kemudian memaparkan konsep mujahadah melalui karya bukunya Shifā’al-Sā’il wa TahdhΔ«b al-Masā’il.

Dr Hj Fadillah Ulfa Lc MA dalam disertasinya yang berjudul, β€œKonsep Mujahadah Menurut Pemikiran Tasawuf Ibn Khaldun dalam Karya Shifā’al-Sā’il wa TahdhΔ«b al-Masā’il”, menyebutkan bahwa ada beberapa hasil analisa konsep mujahadah yang dijabarkan Ibn Khaldun.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Pertama, melalui konsep mujahadah yang dikemukakan, Ibn Khaldun mencoba memberikan takrif tasawuf secara komprehensif, yang lebih dekat kepada makna yang diberikan oleh ulama tasawuf. Ia menerangkan bahwa tasawuf itu awalnya ialah ilmu fiqih batin yang kemudian beralih kepada ilmu mukashafah.

Kedua, pandangan Ibn Khaldun tentang takrif tasawuf, selaras dengan pandangan ahli sufi pada umumnya. Hal yang berbeda, takrif tasawuf dijelaskannya melalui pendekatan sejarah, dimana tasawuf dibagi kepada tiga peringkat, takwa (fiqih warak), istiqamah, dan kasyaf.

Ketiga, pandangan Ibn Khaldun tentang sejarah dan perkembangan tasawuf selaras dengan ulama sebelumnya. Ia bermula daripada sikap zuhud dan warak, seiring dengan perkembangan zaman ia beralih kepada nama dan manhaj khusus.

Hal berbeda, ia mengaitkan sejarah dan perkembangan tasawuf dengan konsep makrifah dan mujahadah. β€œKepakaran Ibn Khaldun di bidang tasawuf dan keseriusannya dalam mengutip pandangan ulama terdahulu, menjadikan Ibn Khaldun layaknya sejarahwan tasawuf,” jelas Dr Fadillah.

Keempat, secara umum, dalam membincangkan ketiga konsep mujahadah, syarat ,dan kesannya, pandangan Ibn Khaldun selaras dengan pandangan tokoh sufi sebelumnya. Hal yang berbeda ialah dalam pembahasan konsep mujahadah, Ibn Khaldun mengaitkan semua mujahadah secara sistematik sesuai dengan tahap yang dijalani oleh para ahli sufi.

Selain itu, tambah doktor asal Palembang ini, dalam konsep mujahadahnya juga Ibn Khaldun membagi mujahadah dalam tiga kategori mengikut hasil yang dicapai dalam mujahadah. Pertama, mujahadah takwa khusus orang awam, karena hasil yang dicapai hanya terbatas kepada keselamatan.

Kedua, mujahadah istiqamah untuk orang khusus, karena hasil yang dicapai derajat tertinggi yaitu para siddiqin. Ketiga, mujahadah kasyaf, mujahadah ini untuk orang-orang tertentu yang menurutnya adalah mujahadah yang berbahaya. Dan ulama tasawuf melarang pembahasan mendalam tentang perkara itu.

Kelima, adapun berkenaan dengan hukum mujahadah. Menurut Ibn Khaldun mujahadah pertama ahli sufi tidak membawa hal baru. Untuk itu mujahadah takwa dan warak yang diartikan sebagai mengikuti perintah Allah SWT dan mejahui larangan-Nya menjadi satu kewajiban bagi setiap Muslim.

Sedangkan mujahadah kedua, karena hasil dicapai lebih khusus, maka ia menjadi satu kewajiban bagi para nabi, dan amalan anjuran bagi umat. Adapun mujahadah ketiga yang menjadikan kasyaf dan tersingkapnya tirai ghaib menjadi tujuan dengan memaksakan diri hidup sengsara, ia merupakan perkara bid’ah yang dibuat-buat dan jelas dilarang dalam dalil al-Qur’an dan al-Hadith.

Keenam, Ibn Khaldun membagikan tasawuf selaras dengan konsep mujahadahnya menjadi dua. Pertama, ilmu muamalah yaitu ilmu tentang mujahadah, merupakan ilmu yang dapat dipelajari. Kedua, ilmu mukashafah yang menjadi hasil daripada mujahadah.

Ketujuh, Ibn Khaldun mengkritik pandangan tokoh sufi muta’akhirin yang membincangkan terperinci tentang ilmu mukashafah ini, dan menegaskan bahwa apa yang mereka bincangkan dan tuliskan dalam karya Β mereka jauh dari akal sehat dan tidak memiliki dalil daripada syariat.

Namun, dalam kitab Muqaddimah, meskipun ia mengkritik dan menolak ajaran tasawuf mereka, tapi kritik dan penolakannya tidak diberikan secara keseluruhan seperti mana dalam kitab Shifā.

Dalam beberapa persoalan, ia justru memberikan pembelaan terhadap ajaran dari kumpulan sufi ini. Perubahan sikap Ibn Khaldun tersebut diyakini lebih kepada perubahan dan perkembangan cara berfikir Ibn Khaldun dalam memandang tasawuf, selain bahwa dua kitab itu ditulis pada masa yang berbeda.

Kedelapan, adapun peranan syeikh dalam mujahadah sufi, Ibn Khaldun menjelaskan selaras dengan konsep mujahadah. Mujahadah takwa, karena ia fardu ain, maka kehadiran syeikh hanya sebagai penyempurna dan tidak wajib.

Mujahadah istiqamah, kehadiran syeikh dianjurkan, meski tidak sampai diwajibkan. Mujahadah kasyaf, kehadiran syeikh diwajibkan, bahkan ditegaskan beberapa alasan dibalik pentingnya bimbingan kepada syeikh dalam mujahadah ini.

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa konsep mujahadah yang dikemukakan oleh Ibn Khaldun berasaskan kepada al-Qur’an dan sunnah, berpegang teguh kepada adab syariat, serta mengikut pandangan ulama tasawuf sebelumnya yang juga berpandukan kepada syariat dalam menjelaskan konsep mujahadahnya.

Selain itu, pada konsep mujahadah Ibn Khaldun juga dapat dilihat sikap adilnya dalam memandang tasawuf. Sebagaimana ia menyokong sepenuhnya tasawuf yang dibawa oleh para ulama periode awal yang dibuktikan dengan kehidupan zuhud, warak, takwa, dan istiqamah.

Memberikan pembelaannya kepada istilah-istilah tasawuf yang dihukumi batil oleh ahli fikih, selama semua perkara itu tidak menyalahi syariat dan tidak diberitakan kepada orang awam. Di sisi lain, ia secara tegas menolak tasawuf yang dibawa tokoh sufi muta’akhirin yang menyibukkan diri dengan ilmu mukashafah serta menafsirkannya dengan ungkapan-ungkapan yang tidak selaras dengan syariat.

Di sini juga dapat disimpulkan bahwa pandangan tasawuf Ibn Khaldun selaras dengan aliran kalam β€˜Asha’irah yang bertentangan dengan manhaj Muktazilah dan falsafah yang cenderung kepada akal.

Pandangan tasawufnya juga selaras dengan ulama sufi sunni yang berpandukan kepada al-Qur’an dan sunnah, menjauhkan diri unsur bid’ah, khurafat, serta kebatilan yang menyalahi syariat.

Hasil kajian ini juga menjawab dakwaan yang beranggapan bahwa Ibn Khaldun memusuhi tasawuf dan menolak ajaran tasawuf. Sekaligus menegaskan bahwa Ibn Khaldun dalam menjelaskan pemikiran tasawufnya, tidak hanya mengutip pandangan ulama sufi sebelumnya, melainkan ia juga telah memberikan ide-ide baru, khususnya berkaitan dengan konsep mujahadah ahli sufi.

Pada pembahasan tentang kedudukan syeikh dalam mujahadah ahli sufi, Ibn Khaldun bersikap adil. Ia menyokong pandangan tentang perlunya keberadaan syeikh dalam mujahadah ahli sufi. Pada sisi lain ia juga menyokong pandangan bahwa tasawuf dapat diamalkan tanpa kehadiran seorang syeikh.

β€œHasil kajian ini juga menolak dakwaan pendapat yang berpandangan bahwa tarekat sufi hanya boleh dipratikkan orang-orang khusus dan proses penyucian nafs hanya boleh dijalankan ahli sufi dengan berpandukan kepada syeikh,” tutup aktifis dakwah di berbagai kajian dan kelas Tadabbur al-Qur’an tersebut. [Edithya Miranti]

Β Biodata Penulis

NamaΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β  : Dr Hj Fadillah Ulfa Lc MA

Tempat Tanggal Lahir : Palembang, 26 November 1980

AlumniΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β  : Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1999 awal

SuamiΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β  : Dr Ismail Jalili MA

PendidikanΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β  :

  1. S1, Akidah dan Filsafat, Ushuludin, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, 2005.
  2. S2, Akidah dan Pemikiran Islam, Ushuludin, Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, 2012.
  3. S3, Akidah dan Pemikiran Islam, Ushuludin, Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, 2021.

Karya TulisΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β  :

  1. Nikmatnya Tobat-Khusus Buat Muslimah, terbitan Semesta Hikmah Publishing Yogyakarta, Indonesia, 2020.
  2. Dakwah Bukti Cinta kepada Allah Ta’ala, terbitan Noer Fikri, Palembang, Indonesia, 2017.
  3. Butiran Mutiara Al-Fatihah, terbitan Noer Fikri, Palembang, 2016.
  4. Amalan Sepanjang Tahun; Meraih Pahala di Bulan-bulan Hijriyyah, Tinta Medina, Solo, Indonesia.
  5. Mengapa Allah Menciptakan Iblis dan Syaitan, terbitan Mutiara Media, Yogyakarta, 2011. []
Tags: Dr Hj Fadillah Ulfa Lc MAMenganalisis Konsep Mujahadah Menurut Pemikiran Tasawuf Ibn Khaldun
Share236Tweet148Send
Previous Post

Perkembangan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an

Next Post

Komunikasi Efektif Bagi Pasangan

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

22 August 2026
Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

23 August 2026
Sujud Syukur dan Laporan Pertanggungjawaban Menutup Rangkaian Ujian Tulis Al-Imtinan Putri

Sujud Syukur dan Laporan Pertanggungjawaban Menutup Rangkaian Ujian Tulis Al-Imtinan Putri

23 August 2026
Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

0
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

0
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

0
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

0
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

0
Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

26 August 2026
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

24 August 2026
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

24 August 2026
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

24 August 2026
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

24 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
πŸ“– Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
πŸ“– Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
πŸ“– September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan AndaπŸ›’ Segera pesan sebelum kehabisan!
πŸ”— https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result