Jakarta, Gontornews — “Beruntunglah mereka yang oleh Allah sudah dipertemukan dengan pasangan hidupnya dan setengahnya lagi tinggal bertakwa kepada Allah,” ujar Ustadzah Hani Hendayani kepada Gontornews.com.
Dalam sebuah Kajian Muslimah Balaikota pada Jumat (9/12/2022) dengan tema “Pasanganku, Sahabatku (Komunikasi Efektif bagi Pasutri)” ia menambahkan bahwa kita perlu untuk melibatkan Allah dalam berkomunikasi. Menjadi kewajiban kita setelah menikah, yakni memelihara hubungan kekeluargaan, menjaganya, dan melibatkan Allah sebagai pengawas dalam proses kita berumah tangga. Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an Surat An-Nisa’ ayat 1.
Pernikahan adalah ibadah terpanjang dalam hidup kita dan baru selesai ketika Allah putuskan ikatannya atau diantara kita dan pasangan meninggal dunia. Oleh karenanya kita perlu memerhatikan beberapa tips berkomunikasi yang baik dengan pasangan. Berikut tipsnya:
- Niatkan karena Allah.
- Libatkan Allah, terlebih ketika kita menemukan kesulitan berkomunikasi dengan suami. Karena banyaknya perbedaan antara laki dan perempuan, baik dari latar belakang pengasuhan, pendidikan, suku, budaya, dan lainnya, namun hanya Allah yang bisa menyatukan segala perbedaan tersebut.
- Tautkan hati sebelum berkomunikasi, supaya Allah merahmati dan menjadikan upaya kita sebagai ladang pahala untuk kita.
- Membaca sebelum bicara. Bacalah keadaan suami, kondisi saat berbicara, dan jangan tergesa-gesa dalam bicara. Jangan paksa suami untuk bicara, karena kebiasaan lelaki ketika punya masalah ia diam. Inilah karakter unik laki-laki dan istri harus belajar memahami.
- Bicara sesuaikan dengan situasi kondisi
- Bicara dengan hati bukan hanya dengan akal. Sebab bicara dengan hati akan sampai ke hati. Bicaralah dengan rasa cinta.
- Bicara dengan memuliakan pasangan.
- Perlakukan pasangan sebagaimana kita ingin diperlakukan.
Cinta yang hadir akan mampu memaklumi kekurangan pasangan dan lebih fokus pada kelebihan pasangan. Karena cinta itu tumbuh menjadi modal yang memikat dan menghadirkan sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Namun jika muncul prasangka pada pasangan, maka sebaik apa pun pasangan kita, akan kita lihat hanya keburukannya saja. Maka berhati-hatilah dalam menjaga hati dan berhati-hatilah dalam berkomunikasi. [Edithya Miranti]






















