Beirut, Gontornews — Pasukan pertahanan Irlandia, Kamis (15/12/2022), melaporkan bahwa satu orang tentaranya yang bertugas saat menjalankan misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon pada Rabu 14 Desember 2022 malam.
Insiden tersebut terjadi ketika konvoi kendaraan lapis baja yang digunakan pasukan penjaga perdamaian PBB diserang oleh pihak yang tidak dikenal. Selain satu orang tewas ada tiga orang lain yang terluka dalam insiden tersebut.
“Dengan sangat menyesal, Óglaigh na hÉireann (pasukan pertahanan Irlandia) mengonfirmasi kematian salah satu penjaga perdamaian kami dalam insiden serius di Lebanon tadi malam,” ungkap pasukan pertahanan Irlandia dalam akun Twitter nya.
Saat ini, satu orang tentara Irlandia dalam kondisi yang serius. Sementara dua lainnya sedang menjalani perawatan karena luka ringan. Sejauh ini, belum ada informasi mengenai kelompok yang bertanggungjawab.
“(Kami) sangat sedih dan kaget atas kematian seorang pemuda Irlandia yang melayani PBB di luar negeri. Belasungkawa terdalam saya untuknya serta keluarga atas kehilangan yang memilukan,” ungkap Menteri Pertahanan Irlandia Simon Coveney saat berada di New York untuk mengikuti pertemuan Dewan Keamanan PBB.
“Kami akan melakukan segala hal yang mungkin guna mendukung semua yang terkena dampak dari insiden ini saat penyelidikan dimulai,” sambungnya sebagaimana dilansir Middle East Eye.
Prajurit yang menjadi korban merupakan bagian dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon atau Unfil. Misi penjaga perdamaian terbentuk pada tahun 1978 melalui resolusi 425 Dewan Keamanan PBB.
“Saat ini, detailnya jarang dan saing bertentangan. Kami sedang berkoordinasi dengan angkatan bersenjata Lebanon dan telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan dengan tepat apa yang terjadi,” ucap keterangan resmi Unfil.
Tujuan pembentukan Unfil adalah untuk mengawasi penarikan pasukan Israel dari Lebanon selama perang saudara yang berakhir pada tahun 1990. Pasukan tersebut terus berlanjut seiring Beirut bersikeras bahwa Israel masih menduduki beberapa wilayah Lebanon.
Unifil beranggotakan lebih dari 10.000 personel dari sejumlah negara di seluruh dunia. Bersama India dan Italia, Indonesia memimpin pasukan perdamaian PBB di Lebanon. [Mohamad Deny Irawan]





















