Teheran, Gontornews — Setidaknya tiga orang tewas dan lebih dari 800 orang mengalami cedera akibat musibah gempa bumi berkekuatan 5,9 Skala Richter di provinsi Azerbaijan Barat, Iran, Ahad 29 Januari 2023. Kepala Organisasi Darurat Medis Nasional Iran, Jafar Miadfar, mengatakan kepada TV Pemerinth bahwa sejauh ini ada tiga kematian dan 816 warga yang mengalami cedera.
Sementara itu, Gubernur Azerbaijan Barat, Mohammad Sadegh Motamedian, mengonfirmasi informasi dari Miadfar pasca mengujungi ke lokasi yang terdampak paling parah. Ia menambahkan bahwa gempa juga merusak sebagian besar bangunan di setidaknya 80 desa di sekitar lokasi gempa.
Pemerintah setempat melaporkan bahwa gempa berkekuatan 5,9 Skala Richter tersebu terjadi pada Sabtu (28/1/2023) pukul 21.44 waktu setempat. Gempa terjadi di kedalaman 7 kilometer di dekat kota Khoy yang terletak 807 km barat laut ibu kota Teheran.
Gempa tersebut, kabarnya, juga dirasakan di sejumlah kota termasuk di ibu kota provinsi Azerbaijan Barat, Urmia. Pasca gempa tim dari Bulan Sabit Merah meluncur ke lokasi gempa untuk menyalurkan bantuan serta menaksir kerugian material yang terjadi.
Menteri Dalam Negeri Iran, Ahmad Vahidi, mengunjungi sekaligus memimpin rapat darurat bencana di kota Khoy pada Ahad 30 Januari 2023.
Anadolu melaporkan bahwa masyarakat kota Khoy masih merasakan setidaknya 30 kali gempa susulan pasca gempa 5,9 Skala Richter pada Sabtu malam tersebut. Akibatnya, seluruh warga merasakan kepanikan dan terpaksa menghabiskan malam di luar rumah dengan cuaca yang sangat dingin.
Pejabat setempat juga melaporkan, lebih dari 800 bangunan sekolah dasar dan menengah rusak sebagian dan 88 sekolah mengalami rusak berat pasca gempa tersebut.
Sebagai informasi, provinsi Azerbaijan Barat merupakan provinsi Iran yang berada di daerah pegunungan dan berbatasan langsung dengan Turki, Azerbaijan dan Irak.
Sebelum gempa 5,9 Skalar Richter pada akhir pekan lalu, gempa berkekuatan 5,4 Skalar Richter juga pernah mengguncang kota Khoy pada Oktober tahun lalu. Saat itu, hampir 400 orang mengalami cedera serta merusak ratusan bangunan rumah di kota dan desa di sekitar lokasi gempa. [Mohamad Deny Irawan]




















